Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

DKI Jakarta Gelar Benyamin S Award 2026 Hari Ini, Berikut Tujuannya

DKI Jakarta Gelar Benyamin S Award 2026 Hari Ini, Berikut Tujuannya
DKI Jakarta Gelar Benyamin S Award 2026 Hari Ini, Berikut Tujuannya

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan apresiasi kepada lurah berprestasi melalui ajang Benyamin S Award (BSA) 2026. Perhelatan yang memasuki tahun kedua ini dijadwalkan berlangsung hari ini, Jumat (30/10).

Ajang penghargaan ini menjadi instrumen strategis Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong kualitas wilayah di seluruh kelurahan. Penyelenggaraan BSA bertujuan untuk memberikan penghormatan bagi lurah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Transformasi Menuju Kota Global

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menekankan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif unggulan pemerintah daerah. Melalui BSA, Pemprov DKI berupaya memperkuat posisi Jakarta dalam transisi menjadi kota global.

“Ini tahun kedua pelaksanaan dari BSA dan ini salah satu program unggulan dari Bapak Gubernur ya, yang kita harapkan ini tentu menjadi salah satu pintu masuk bagaimana Jakarta masuk jadi kota global,” ujar Nirwono.

Rangkaian kompetisi ini telah dimulai sejak Agustus lalu, melibatkan 52 kelurahan sebagai peserta awal. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari penilaian daring hingga presentasi langsung pada 15 Oktober, kini tersisa 10 kelurahan yang masuk ke babak final.

Gotong Royong dan Tata Kelola Inovatif

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, Endra S Atmawidjaja, menyebut BSA sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam tata kelola perkotaan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan.

“Gotong-royong, itu yang kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan yang kita bisa dapat dari BSA,” kata Endra.

Para juri menilai para lurah finalis telah menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang impresif dalam mengorkestrasi berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini dikenal dengan istilah collaborative urban governance atau tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Endra bahkan menilai model ini ideal untuk direplikasi oleh daerah lain di Indonesia pada level RW, lurah, hingga wali kota.

Pembiayaan Kreatif

Keunikan dari Benyamin S Award 2026 terlihat dari bagaimana festival pendukung acara dikelola di tingkat kelurahan. Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival di sepuluh kelurahan finalis tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tercermin kekompakan, partisipasi aktif masyarakat dan ini merupakan nilai plus bersumber dari creative financing, mengajak warga dan mitra untuk bersama-sama melaksanakan festival dengan creative financing,” ungkap Tona.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta untuk menyongsong lima abad usia kota dengan memperkuat inovasi lokal dan keterlibatan aktif warga. Identitas lokal yang kuat dipadukan dengan standar kota global diharapkan mampu menjadi fondasi pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Hari Pahlawan 2026: Selasa 10 November, Kisah Surabaya dan Status Tema Kemensos