Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga BTC Terancam Pekan Ini: Simak Jadwal The Fed & Data Ekonomi

Harga BTC Terancam Pekan Ini
Harga BTC Terancam Pekan Ini

JAKARTA — Bitcoin tengah menghadapi ujian krusial pekan ini. Aset kripto tersebut berjuang mempertahankan level psikologis di angka $80.000 setelah sempat mengalami koreksi hingga ke kisaran $79.100 pada akhir pekan lalu.

Volatilitas pasar diperkirakan meningkat seiring dengan jadwal padat pengumuman ekonomi Amerika Serikat. Kalender pasar yang dibagikan oleh The Kobeissi Letter menunjukkan serangkaian rilis data penting akan berlangsung mulai 26 Oktober, yang berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Keputusan Suku Bunga The Fed dan Data Inflasi

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan berakhir pada Rabu, 28 Oktober. Keputusan suku bunga ini menjadi penentu arah pasar jangka pendek. Meski ekspektasi pasar cenderung pada suku bunga yang tidak berubah, investor tetap mewaspadai pernyataan para pejabat bank sentral terkait arah kebijakan moneter untuk sisa tahun ini.

Tekanan bagi Bitcoin tidak berhenti di situ. Pada Kamis, 29 Oktober, Biro Analisis Ekonomi AS dijadwalkan merilis data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan September bersamaan dengan estimasi pertumbuhan PDB kuartal ketiga. Sebagai catatan, data PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi preferensi utama The Fed dalam pengambilan kebijakan.

Jika inflasi yang tercermin dalam data PCE tetap tinggi sementara pertumbuhan PDB menunjukkan ekonomi yang tangguh, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga ketat dapat bertahan lebih lama. Skenario tersebut sering kali memberikan tekanan bagi aset spekulatif saat imbal hasil obligasi Treasury meningkat.

Pengaruh Laporan Pendapatan Perusahaan Teknologi

Selain data makroekonomi, kinerja keuangan korporasi raksasa teknologi menjadi variabel baru yang diawasi ketat. Sekitar 20 persen perusahaan yang masuk dalam indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan hasil pendapatan mereka pekan ini.

Microsoft dan Alphabet akan merilis laporan pada Rabu, 28 Oktober, disusul oleh Amazon dan Intel pada Kamis, 29 Oktober. Investor akan mencermati belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta margin operasi dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Mengingat saham sektor teknologi belakangan ini mengalami tekanan jual, performa mereka berisiko menular ke pasar kripto yang kini berada dalam kondisi sensitif.

Sebelum deretan data tersebut dirilis, Biro Sensus AS juga dijadwalkan mengeluarkan data penjualan rumah baru pada Selasa, 27 Oktober. Laporan sektor perumahan ini akan memberikan gambaran tambahan mengenai permintaan konsumen di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi.

Bitcoin sendiri saat ini berada di bawah tekanan setelah gagal bertahan di angka $85.000 pada pekan sebelumnya. Saat ini, level $80.000 menjadi titik acuan penting bagi para pedagang. Kegagalan mempertahankan posisi di atas angka tersebut dapat memicu aksi jual lebih dalam, sementara pemulihan membutuhkan minat beli yang cukup kuat untuk menembus zona resistensi di kisaran $84.000 hingga $85.000.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair