Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp 22.000 Jika Status Pasar Saham RI Turun

Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp 22.000 Jika Status Pasar Saham RI Turun
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp 22.000 Jika Status Pasar Saham RI Turun Foto: tanamduit.com

Dolar AS bisa menyentuh Rp 20.000 sampai Rp 22.000 kalau investor asing berbondong-bondong menarik dananya dari bursa saham Indonesia. Itu perhitungan Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, yang ia sampaikan setelah MSCI membuka kemungkinan menurunkan status pasar modal RI.

Hashim berbicara dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Menurut dia, pelemahan rupiah akan membuat cicilan pinjaman luar negeri Indonesia jauh lebih mahal. Ia menyebutnya “bencana dan malapetaka” bagi ekonomi nasional.

Apa yang diusulkan MSCI

MSCI merilis proposal konsultasi pasar pada 15 Oktober 2026. Isinya: peninjauan ulang status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Statusnya belum berubah. Masukan dari pelaku pasar diterima sampai 30 April 2027, dan keputusan final paling lambat keluar 30 Juni 2027.

Ada tiga hal yang dievaluasi: transparansi struktur kepemilikan saham, indikasi transaksi terkoordinasi, serta kelayakan investasi. Akar kekhawatiran pengelola dana global adalah keandalan data free float emiten berbobot besar. Jika status benar-benar turun, dana pasif global yang mengacu pada indeks negara berkembang harus melepas portofolionya di bursa domestik.

Pasar langsung bereaksi

Guncangannya terasa cepat. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG dibuka anjlok 8,01% ke level 5.393,92 sekitar pukul 09.01 WIB. Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit. Setelah dibuka lagi, tekanan jual tetap deras, dan indeks sempat menyentuh 5.193. Penurunan di akhir sesi tercatat 11,57% dari penutupan Kamis di 5.863,78.

Investor asing mencatat jual bersih Rp3,34 triliun hari itu, terutama di saham BBCA, BBRI, dan BMRI. Pada sesi I 19 Oktober, IHSG berada di 4.923,26 atau melemah 5,05%, dengan jual bersih asing Rp1,05 triliun.

BEI lalu memangkas batas auto rejection bawah dari 15% menjadi 7% per 19 Oktober 2026, untuk meredam kepanikan jual jangka pendek.

Pesan Hashim untuk pengusaha

Hashim mengatakan modal asing terus keluar sejak rilis MSCI. Ia mengaku mendapat perintah dari Presiden Prabowo untuk memitigasi risikonya. Tanpa mitigasi, sumber dana pasar modal akan makin kering, katanya. Soal angka kurs, ia menyebut pernah berdiskusi dengan CEO BPI Danantara Rosan, dan perhitungan Rp 21.000 hingga Rp 22.000 muncul dari obrolan itu.

Ia juga menyinggung praktik perdagangan yang tidak sehat, termasuk dugaan manipulasi. Pengusaha, imbaunya, harus berhenti bermain saham gorengan karena praktik itu membuat modal asing kabur dan rupiah melemah. Hashim mengutip data OJK bahwa 32,7 juta warga Indonesia kini punya akun brokerage, artinya dampaknya menyentuh jutaan investor ritel.

Respons regulator dan agenda berikutnya

Regulator menjawab lewat peta jalan free float minimum 15%, kewajiban melapor bagi pemegang saham di atas 1%, dan pengawasan konsentrasi kepemilikan. Ajaib mencatat 327 emiten belum memenuhi ambang 15%, dengan tenggat pertama 31 Maret 2027. OJK juga menyelidiki transaksi saham seperti BREN, DSSA, dan CUAN.

Ke depan, pelaku pasar menunggu pertemuan lanjutan dengan MSCI, keputusan tinjauan FTSE Russell pada November, dan pengumuman rebalancing pada 12 November 2026.

Sumber: finance.detik.com

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair