Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Ternyata Ini Alasan Kim Jong Un Sering Dikabarkan Meninggal Dunia

Ternyata Ini Alasan Kim Jong Un Sering Dikabarkan Meninggal Dunia
Ternyata Ini Alasan Kim Jong Un Sering Dikabarkan Meninggal Dunia

JAKARTA — Kim Jong Un muncul dalam foto media pemerintah Korea Utara setelah beredar klaim bahwa pemimpin itu meninggal akibat stroke dan pendarahan otak. Kemunculan di sebuah pameran pakaian dan alas kaki kembali menunjukkan betapa cepat rumor tentang kesehatan pemimpin negara tertutup itu menyebar.

Foto yang dimuat Rodong Sinmun memperlihatkan Kim meninjau barang-barang pameran bersama putrinya, Kim Ju Ae, dan sejumlah pejabat tinggi. Klaim kematiannya sebelumnya dilontarkan tanpa bukti oleh seorang aktivis China yang tinggal di Amerika Serikat.

Rumor semacam ini bukan kejadian baru. Ketidakjelasan soal kesehatan Kim dan masa depan kepemimpinan Korea Utara membuat kabar yang belum terverifikasi mudah menarik perhatian dunia.

Mengapa rumor kematian Kim Jong Un cepat menyebar?

Korea Utara sangat tertutup, sehingga informasi tentang kondisi pemimpinnya sulit diperiksa secara independen. Kekosongan informasi itu memberi ruang bagi spekulasi, terutama ketika kabar menyangkut kesehatan dan kelangsungan kekuasaan di Pyongyang.

Klaim terbaru disampaikan Wanjun Xie, yang menyebut dirinya Ketua Partai Demokratik China, organisasi yang dilarang di bawah pemerintahan Beijing. Ia menuding Kim mengalami pendarahan otak parah, dibawa ke rumah sakit di Beijing karena fasilitas medis di Pyongyang terbatas, lalu meninggal dunia.

Xie juga mengklaim jenazah Kim dibawa kembali ke Korea Utara secara diam-diam. Namun, foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan Kim berada di pameran dan tampak berdiskusi dengan rombongan pejabat. Tidak ada waktu pengambilan foto yang dipastikan dalam laporan.

Rekam jejak Xie turut menjadi alasan klaim itu dipandang dengan hati-hati. Ia sebelumnya menyebarkan dugaan tak terverifikasi, termasuk ramalan bahwa Presiden China Xi Jinping akan meninggal.

Apa tanda yang dipakai untuk menguji klaim tersebut?

Analis menilai kemunculan Kim bukan satu-satunya hal yang perlu diperiksa. Jika pemimpin Korea Utara benar-benar mengalami krisis kesehatan mendadak, situasi di perbatasan dan aktivitas diplomatik diperkirakan ikut memberi sinyal.

Menurut laporan BBC yang dikutip dalam bahan pemberitaan, China biasanya akan memperketat pengerahan militer di perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pengungsi. Aktivitas di kedutaan Korea Utara juga diperkirakan meningkat. Namun, tanda-tanda darurat semacam itu tidak terdeteksi.

Badan Intelijen Korea Selatan (NIS), melalui kantor berita Yonhap, menyatakan tidak melihat pergerakan atau indikasi aneh yang mendukung kabar kematian Kim. Pernyataan itu melemahkan klaim yang beredar, meski foto kegiatan publik sendiri tidak menjelaskan kondisi kesehatan Kim secara menyeluruh.

Dampaknya melampaui kabar tentang seorang pemimpin. Ketidakpastian di Pyongyang dapat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, kendali atas senjata nuklir, sikap kelompok garis keras militer, dan kemungkinan arus pengungsi menuju perbatasan China. Karena itu, rumor soal kesehatan Kim cepat menjadi perhatian internasional.

Riwayat rumor dan suksesi ikut memelihara spekulasi

Kasus serupa pernah ramai pada 2020. Seorang pembangkang tingkat tinggi Korea Utara saat itu mengaku “99% yakin” Kim telah meninggal setelah menjalani operasi jantung. Kim kemudian muncul di hadapan publik dan mematahkan spekulasi tersebut.

Rumor berulang juga berkaitan dengan pertanyaan tentang siapa yang akan memimpin Korea Utara jika Kim tidak lagi berkuasa. Dinasti Kim telah memerintah selama tiga generasi, tetapi proses suksesi berikutnya dinilai lebih tidak pasti dibanding transisi sebelumnya.

Kim Il Sung menyiapkan putranya, Kim Jong Il, selama puluhan tahun. Karena itu, peralihan kekuasaan setelah Kim Il Sung meninggal pada 1994 berlangsung relatif mulus. Situasinya berbeda ketika Kim Jong Un naik ke tampuk kekuasaan pada 2011.

Setelah Kim Jong Il terserang stroke pada 2008, Kim Jong Un yang masih muda didorong naik dalam hierarki militer. Ia kemudian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengamankan kedudukannya melalui pembersihan politik.

Intelijen Korea Selatan menduga Kim kini menyiapkan Kim Ju Ae sebagai calon penerus. Sang putri makin sering mendampingi agenda militer dan kenegaraan. Namun, usianya diperkirakan baru 13 tahun dan Korea Utara belum pernah dipimpin perempuan, dua faktor yang dapat membuat suksesi mendadak semakin rumit.

Kesehatan Kim juga menjadi pemicu spekulasi. Ia dikenal mengalami obesitas dan merokok berat. NIS berulang kali memperingatkan risiko penyakit kardiovaskular, yang juga tercatat dalam riwayat kesehatan keluarga Kim.

Selama informasi dari Korea Utara tetap sulit ditembus, rumor kesehatan Kim kemungkinan terus muncul setiap kali ia lama tak terlihat di hadapan publik. Dalam kasus terbaru, foto Rodong Sinmun memperlihatkannya meninjau pameran bersama Kim Ju Ae.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda