Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Paolo Romeo, Kardinal Emeritus Palermo, Meninggal Dunia

Paolo Romeo, Kardinal Emeritus Palermo, Meninggal Dunia
Paolo Romeo, Kardinal Emeritus Palermo, Meninggal Dunia

PALERMO — Kepergian Paolo Romeo mengakhiri perjalanan seorang tokoh Gereja yang pernah memimpin Keuskupan Agung Palermo. Kardinal emeritus itu meninggal dunia pada Minggu, menurut bahan sumber yang memuat kabar duka tersebut.

Romeo dikenang lewat kiprahnya di Palermo dan kedekatannya dengan momen-momen penting bagi warga kota. Salah satu kenangan yang kembali muncul adalah saat ia bersama Uskup Agung Palermo Corrado Lorefice menggenggam tangan Biagio Conte, misionaris yang sedang berada pada hari-hari terakhir hidupnya.

Paolo Romeo dan kenangan bersama Biagio Conte

Peristiwa itu berlangsung pada akhir Desember 2022 di Via Decollati, Palermo. Banyak orang datang menjenguk Biagio Conte. Sebagian pengunjung yang sudah saling mengenal bertemu tanpa membuat janji terlebih dahulu.

Di tengah suasana berat karena Conte tengah sekarat, sumber menggambarkan adanya ketenangan lembut di sekitar tempat misi tersebut. Kehadiran orang-orang di sana juga membuka ruang bagi sejumlah rekonsiliasi. Mereka yang bertahun-tahun tidak berbicara kembali menemukan ikatan bersama.

Conte dikenal menyerukan perdamaian dan kepedulian terhadap kaum miskin. Di sisi ranjangnya, Romeo dan Lorefice bersama-sama memegang tangan Conte. Don Angelo Tomasello mengabadikan momen itu dalam sebuah foto.

Foto tersebut memperlihatkan kesedihan dan keharuan dua pemuka Gereja, sekaligus menggambarkan harapan yang bersumber dari iman. Bagi orang-orang yang hadir, momen itu terasa nyata di tengah duka yang segera datang.

Warisan Paolo Romeo di Palermo

Kepergian Romeo membawa kembali perhatian pada perannya sebagai uskup agung emeritus Palermo. Bahan sumber juga memuat sejumlah catatan tentang sikap dan pernyataannya saat masih aktif, mulai dari seruan menghentikan senjata dan spekulasi hingga tanggapannya mengenai sejumlah isu publik.

Dalam sebuah konferensi, Romeo pernah menyerukan penghentian penggunaan senjata dan spekulasi. Ia juga pernah membela jurnalis Bruno Vespa dengan mengatakan bahwa Vespa hanya menjalankan pekerjaannya. Catatan lain menyebut Romeo pernah berbicara mengenai kasus yang melibatkan Don Roberto, serta menyinggung teori gender dalam sebuah acara di Piazza Marina.

Rangkaian sikap itu menunjukkan bahwa kiprah Romeo tidak hanya berlangsung di lingkungan Gereja. Ia juga hadir dalam percakapan publik Palermo, meski bahan yang tersedia tidak merinci seluruh konteks maupun waktu dari pernyataan-pernyataan tersebut.

Bagi warga, kehilangan seorang pemimpin agama turut menghidupkan kembali kenangan tentang pesan yang ia bawa dan hubungan yang ia jalin dengan masyarakat. Gambaran Romeo di sisi Biagio Conte menjadi salah satu potongan paling kuat: sebuah tindakan sederhana di tengah duka, ketika orang-orang berkumpul dan kembali berdamai.

Informasi mengenai kepergian Romeo disampaikan dalam bahan sumber tanpa rincian tentang penyebab kematian maupun rangkaian pemakaman. Perhatian berikutnya tertuju pada penghormatan dari Gereja dan masyarakat Palermo untuk sang kardinal emeritus.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda