JAKARTA — Kasus ANW-Betrand Peto berlanjut dengan pemeriksaan penyidikan, sementara kuasa hukum ANW menegaskan laporan dugaan kekerasan seksual itu bukan untuk mencari uang atau perhatian. Mereka menyatakan fokus pada penegakan hukum dan tengah mempertimbangkan langkah terhadap akun yang dituding menyebarkan fitnah.
Dampaknya terasa langsung bagi ANW, yang menurut kuasa hukumnya masih menerima komentar negatif di media sosial selama proses perkara berjalan. Di sisi penyidikan, polisi telah meminta keterangan dari pelapor, para saksi, dan terlapor serta menyita sejumlah barang bukti.
Kuasa hukum bantah laporan untuk mencari perhatian
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol dan Tua Ambarita, membantah tudingan bahwa klien mereka membuat laporan untuk mencari keuntungan atau popularitas. Nathaniel mengatakan mereka tidak pernah meminta ganti rugi kepada Betrand Peto.
“Sejak awal kami tidak pernah mengharapkan ganti kerugian atau sepeser pun dari terlapor. Apalagi pansos. Jadi itu yang kami tegaskan. Kami fokus pada penegakan hukum,” ungkap Nathaniel.
Penegasan itu disampaikan saat nama ANW terus menjadi bahan perbincangan di tengah penanganan perkara. Kuasa hukum menyebut klien mereka juga mendapat komentar yang meragukan keterangannya dan menyebutnya mengarang.
Nathaniel menilai serangan seperti itu dapat memperberat posisi korban yang sedang menjalani proses hukum. Ia mempertanyakan perlindungan terhadap korban ketika masyarakat langsung melabeli pelapor tanpa menunggu proses berjalan.
“Yang berseliweran di mana-mana mengatakan dia mengarang, dia halu. Cukup miris kita melihat korban dianggap halu. Terus siapa yang bisa melindungi korban?” kata Nathaniel.
Apa langkah kuasa hukum terhadap akun yang dituding menyebar fitnah?
Tua Ambarita mengatakan tim hukum telah mengidentifikasi sejumlah nama dan akun yang mereka nilai menyebarkan kabar bohong tentang ANW. Mereka membuka kemungkinan membawa persoalan itu ke jalur hukum, dengan tindakan yang akan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Bagi masyarakat luas di luar sana yang sudah menghujat, bahkan memfitnah klien kami secara habis-habisan dan secara terang-terangan di media, kami sudah mengantongi beberapa nama, akun, dan itu kita akan melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Tua.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.