SOLO — Festival Tring Pegadaian di Solo Paragon Mall mengajak pengunjung mengenal investasi emas digital yang bisa dimulai dari Rp 10 ribu. Acara berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026, bertepatan dengan satu tahun aplikasi Tring.
Pegadaian mengemas festival selama lima hari itu dengan edukasi keuangan, bazar emas, promo, dan kegiatan untuk anak-anak. Pesannya dekat dengan keseharian: menyiapkan dana untuk kebutuhan maupun hiburan tanpa mengandalkan utang.
Festival ini juga menjadi bagian dari Pekan Raya Pegadaian dan dukungan terhadap Bulan Inklusi Keuangan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan. Pegadaian memilih Solo karena melihat antusiasme masyarakat setempat terhadap layanan perusahaan dan aplikasi Tring.
Festival Tring Solo mengenalkan investasi emas digital
Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, Julisna Rosiarni, mengatakan acara tersebut menjadi momentum untuk memperluas pengenalan layanan Pegadaian, termasuk kemudahan berinvestasi emas melalui aplikasi.
“Festival Tring ini merupakan puncak dari kegiatan Pekan Raya Pegadaian. Kali ini juga berbarengan dengan ulang tahun Tring, satu tahun (aplikasi) Tring. Kami melihat antusiasme masyarakat di Solo cukup tinggi dan terbukti dari kinerja aplikasi Tring,” kata Julisna saat diwawancarai pada Ahad, 1 November 2026.
Menurut Julisna, investasi emas tidak harus dimulai dengan pembelian emas fisik bernilai besar. Melalui Tring, masyarakat dapat menabung emas digital mulai Rp 10 ribu. Aplikasi itu juga memberi informasi perubahan harga emas, sehingga pengguna dapat memantau nilainya.
Jumlah nasabah aplikasi Tring di wilayah Pegadaian Kanwil Jawa Tengah dan DI Yogyakarta disebut mendekati 500 ribu orang. Dalam Festival Tring di Solo, Pegadaian menargetkan sedikitnya 3.000 leads calon nasabah.
Julisna menyebut pengguna dari kalangan generasi muda turut menunjukkan antusiasme. Bagi Pegadaian, festival ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan layanan digital kepada pengunjung yang ingin mulai berinvestasi dengan nominal terjangkau.
Bagaimana menyiapkan dana hobi tanpa berutang?
Talkshow bertajuk “Menabung Emas ala Gen Z dan Kpopers” mengaitkan kebiasaan menabung dengan kebutuhan yang akrab bagi anak muda, termasuk biaya menonton konser K-Pop. Pranata Penjualan dan Pemasaran Kanwil Pegadaian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Feby Lestari, mendorong peserta menyisihkan uang secara bertahap.
Feby menjelaskan, emas yang sudah dimiliki dapat digadaikan ketika dana untuk membeli tiket konser dibutuhkan. Dengan cara itu, pemilik tidak harus langsung menjual asetnya dan dapat menebus emas setelah memiliki dana kembali.
“Ketika pengumuman konser sudah keluar dan membutuhkan dana, emas tersebut bisa digadaikan. Jadi, tidak harus dijual. Ketika sudah memiliki uang kembali, emasnya bisa ditebus,” ujar Feby.
Pendekatan itu memberi pilihan bagi masyarakat yang ingin menata dana hiburan tanpa langsung mengambil pinjaman. Feby mengingatkan anak muda agar tidak membiayai hobi dengan utang, terutama pinjaman online. Ia mencontohkan kebiasaan menyisihkan Rp 100 ribu setiap bulan atau mulai menabung emas dari Rp 10 ribu.
Nilai praktisnya terletak pada persiapan. Menabung sedikit demi sedikit sebelum kebutuhan datang dapat memberi ruang untuk mengatur pengeluaran, sementara pilihan gadai memungkinkan emas tetap dimiliki setelah kewajiban ditebus. Pegadaian mengangkat contoh konser agar pembicaraan tentang literasi keuangan terasa dekat dengan keputusan sehari-hari.
Talkshow membahas usaha, karier, dan investasi
Agenda edukasi dalam Festival Tring tidak hanya menyasar calon investor muda. Pegadaian juga menggelar diskusi tentang pembiayaan usaha dan pengembangan karier, dengan tema yang berganti sepanjang acara.
Pada 28 Oktober 2026, talkshow membahas KUR dan pembiayaan mikro untuk mendukung pengembangan usaha. Sesi itu menghadirkan Singgih Sasongko dari AMNG CP Klaten dan Ida Juwita Sari, Konsultan Pendamping UMKM PLUT Surakarta.
Sehari kemudian, Pegadaian berkolaborasi dengan Universitas Surakarta dalam diskusi personal branding untuk mahasiswa yang ingin menjadi kandidat incaran. Pembicara yang hadir adalah Ashinta Sekar Bidari, SH., MH., selaku Kabiro PMB, serta Beatrix L. Saka, S.Sos., dari Humas UNSA.
Pada 31 Oktober 2026, diskusi “Generasi Emas Menginspirasi dan Menata Investasi” menghadirkan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widiyani dan Pemimpin Cabang PT Pegadaian CP Purwotomo Herdina Sarah. Sejumlah delegasi BCC dari perguruan tinggi juga mengikuti sesi itu: Armina A.R. dari UMY, Bagus P.W. Yoga dari UNNES, dan Grestine D. dari UNDIP.
Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana Pegadaian memadukan pengenalan produk dengan pembahasan kebutuhan keuangan yang berbeda, mulai dari modal usaha hingga dana hiburan. Julisna menegaskan investasi emas tidak harus berbentuk fisik. “Investasi kan tidak hanya fisik, tapi bisa digital. Tring transparan, update harga emas naik turun bisa tahu. Antusiasmenya juga sangat besar,” kata dia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.