BEKASI — Kecelakaan truk molen Bekasi di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11) menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya setelah truk kehilangan kendali dan menghantam kerumunan di halte.
Polisi menyebut kendaraan mengalami gangguan pengereman saat melaju dari arah timur menuju Rawapanjang. Sebanyak 12 orang menjadi korban dalam peristiwa itu; enam korban meninggal dan enam lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Kronologi kecelakaan truk molen Bekasi
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Joko Sembodo menjelaskan, truk bernomor polisi B-9548-MV dikemudikan Tumija dari arah UNISMA menuju Rawapanjang. Saat tiba di lokasi, kendaraan mengalami masalah pada rem.
“Setiba dilokasi kejadian kendaraan truk B-9548-MV mengalami rem blong (jember rem pecah),” kata Joko dalam keterangannya, Minggu (1/11).
Truk kemudian oleng ke kiri. Tumija tidak mampu menguasai kemudi, lalu kendaraan menghantam orang-orang yang berada di dekat tembok di sisi kiri jalan.
Keterangan petugas penegak hukum lalu lintas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, menyebut kecelakaan berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan pengemudi dan saksi, truk sempat melaju di jalan menurun dekat jembatan depan kampus BSI. Pengemudi berupaya menghentikan kendaraan dengan membenturkannya ke tembok gerbang kampus, tetapi upaya itu tidak menghentikan truk.
Berapa jumlah korban dan di mana mereka dirawat?
Enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Data yang disampaikan Kasat Lantas mencatat korban meninggal dibawa ke RS Siloam Sepanjang Jaya dan RSUD Kota Bekasi, sedangkan korban luka dirawat di RS Siloam Sepanjang Jaya, RS Juwita, dan RSUD Kota Bekasi.
Rincian rumah sakit dalam keterangan Joko menyebut satu korban meninggal dan dua korban luka berada di RS Siloam Sepanjang Jaya. Empat korban luka dirawat di RS Juwita. Lima korban meninggal tercatat di RSUD Kota Bekasi.
Rincian dari petugas lain menyebut satu korban meninggal dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang dan lima korban meninggal ke RSUD Kota Bekasi. Untuk korban luka, keterangan itu mencatat empat orang dirawat di RS Juwita dan dua orang di RS Siloam Rawa Panjang.
Kedua keterangan sama-sama menyebut total 12 korban, terdiri atas enam orang meninggal dan enam terluka, tetapi berbeda dalam penyebutan rumah sakit.
Sejumlah korban merupakan anak-anak. Kerumunan yang tertabrak sedang menunggu bus di halte, menurut keterangan petugas penegak hukum lalu lintas. Peristiwa ini berdampak langsung pada warga yang menggunakan halte dan melintas di Jalan Cut Mutia, sekaligus menyoroti risiko bagi orang yang menunggu angkutan di tepi jalan ketika kendaraan berat kehilangan kendali.
Petugas menyatakan pengemudi truk telah diamankan untuk pemeriksaan dan penyelidikan. Proses itu diperlukan untuk menelusuri penyebab gangguan pengereman serta rangkaian kejadian sebelum truk menghantam kerumunan.
“Sehingga tidak bisa menguasai kemudi dan oleng kekiri hingga membentur kerumunan orang yang sedang berada di depan tembok bangunan kiri jalan,” kata Joko.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.