Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kinerja BNBR Kuartal III 2026, Laba Usaha Melonjak Tajam

Kinerja BNBR Kuartal III 2026, Laba Usaha Melonjak Tajam
Kinerja BNBR Kuartal III 2026, Laba Usaha Melonjak Tajam

JAKARTA — Kinerja BNBR pada kuartal III 2026 mencatat pendapatan bersih Rp4,12 triliun, naik 55,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usahanya melesat menjadi Rp596,24 miliar, dari Rp26,41 miliar.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan kenaikan pada sejumlah indikator keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan pendapatan ditopang unit usaha kendaraan listrik, industri logam, dan infrastruktur.

Kinerja BNBR ditopang tiga unit usaha

Direktur Utama dan CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan pertumbuhan perusahaan berlangsung ketika ekonomi global melambat, inflasi menekan, dan ketegangan geopolitik terjadi di berbagai kawasan.

“Alhamdulillah, Perseroan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini yang diwarnai oleh pertumbuhan yang melambat, tekanan inflasi, serta ketegangan di berbagai kawasan. Hal ini merupakan buah dari strategi, resiliensi, adaptabilitas, serta kerja keras seluruh tim,” kata Anindya dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Laba kotor BNBR mencapai Rp1,13 triliun, meningkat 127,82 persen dari Rp496,8 miliar pada kuartal III 2025. Sementara itu, EBITDA naik 707,86 persen menjadi Rp810,25 miliar, dibandingkan Rp100,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan datang dari PT Bakrie Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group. Angka-angka itu menunjukkan sumber pertumbuhan tersebar di beberapa bidang usaha, meski kontribusi dan pendorongnya berbeda.

Bagaimana kontribusi VKTR, BMI, dan BIIN?

VKTR Group mencatat pendapatan bersih Rp1,06 triliun, naik 48,6 persen dari Rp716,9 miliar. Perusahaan mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan kenaikan penjualan kendaraan listrik (EV) dan penjualan PT Bakrie Autoparts Group.

Untuk pembaca, capaian VKTR memperlihatkan bahwa penjualan kendaraan listrik ikut masuk dalam perhitungan kinerja grup, bukan hanya menjadi agenda ekspansi. Namun, laporan yang disampaikan BNBR juga menunjukkan kontribusi besar berasal dari unit usaha lain.

BMI Group membukukan pendapatan Rp2,09 triliun, meningkat 26,1 persen dari Rp1,66 triliun. Di dalam kelompok ini, pendapatan BMI Parent tumbuh 24,2 persen, BPI Parent naik 18,8 persen, PT Suluh Ardhi Engineering meningkat 1.730,3 persen, dan PT Bakrie Construction tumbuh 36 persen.

Lonjakan PT Suluh Ardhi Engineering menonjol jika dibandingkan pertumbuhan unit lain di BMI Group. Namun, pendapatan konsolidasi BMI tetap tercatat Rp2,09 triliun; angka pertumbuhan per entitas menjelaskan bagian-bagian yang menopang hasil kelompok usaha.

BIIN Group mencatat pendapatan Rp952,25 miliar, naik 248,3 persen dari Rp273,37 miliar. BNBR menyebut konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways pada 2026 sebagai faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut.

Apa arti kenaikan pendapatan bagi bisnis BNBR?

Perbedaan pendorong pertumbuhan penting untuk membaca kualitas kinerja. Penjualan kendaraan listrik berkontribusi pada VKTR, sedangkan kenaikan BIIN berkaitan dengan konsolidasi perusahaan jalan tol. Karena itu, kenaikan pendapatan grup mencerminkan gabungan pertumbuhan penjualan dan perubahan cakupan konsolidasi.

Dampaknya bagi industri dan konsumen terlihat melalui skala aktivitas yang dicatat pada kendaraan listrik, konstruksi, industri logam, dan infrastruktur. Namun, pendapatan yang meningkat tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh kondisi keuangan tiap unit; laporan BNBR juga mencatat laba usaha dan EBITDA sebagai indikator kinerja lainnya.

Wakil Direktur Utama dan Co-CEO BNBR A. Ardiansyah Bakrie menyampaikan bahwa sejumlah unit usaha perseroan menunjukkan kinerja positif sepanjang kuartal III 2026. Sementara itu, Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Roy mengaitkan optimisme itu dengan penguatan struktur keuangan, proyek infrastruktur strategis, serta ekspansi di sektor elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, dan waste-to-energy. Sejauh ini, angka laba usaha yang dilaporkan BNBR mencapai Rp596,24 miliar.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair