Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Pil KB dan Kanker Rahim: Pendarahan Jadi Tanda Awal

Pemeriksaan medis untuk mendeteksi kanker rahim setelah pendarahan berkepanjangan
Pendarahan yang terus berlangsung membawa Claudia Pereira menjalani pemeriksaan dan mengetahui adanya kanker rahim. (Ilustrasi: AI)

Leiomyosarcoma sendiri merupakan sarkoma jaringan lunak yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Penjelasan Katherine L. Byar dan Tricia Fredericks dalam Journal of the Advanced Practitioner in Oncology pada 2022 menyebut uLMS sebagai lokasi paling umum untuk leiomyosarcoma. Jenis ini mencakup 2 persen hingga 5 persen dari semua keganasan uterus.

Uterine leiomyosarcoma tergolong agresif dan sulit ditangani karena dapat resistan terhadap terapi standar. Kelangkaan dan sifatnya yang agresif membuat perubahan gejala perlu diperhatikan, terutama ketika pendarahan berlangsung lama atau berubah. Dalam kasus Pereira, pemeriksaan baru dilakukan setelah keluhan berlanjut dan kondisinya memburuk.

Pengangkatan tumor dan tanda yang perlu diperhatikan

Dokter mengangkat massa tumor dari rahim Pereira. Pemindaian setelah tindakan tidak menunjukkan bukti kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Hasil itu melegakan, tetapi D’Amato sebelumnya memperingatkan risiko penyebaran karena ukuran tumor mencapai 7 cm.

Dokter tersebut mengatakan keadaan Pereira bisa jauh lebih buruk jika tumor baru ditemukan enam bulan hingga setahun kemudian. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang dampak keterlambatan memeriksa pendarahan yang menetap: kanker dapat terus berkembang sebelum pasien mengetahui penyebabnya.

Bagi pasien yang mengalami perubahan pendarahan setelah mulai mengonsumsi obat, cerita Pereira bukan alasan untuk langsung menghentikan atau mengubah pengobatan sendiri.

Namun, keluhan yang terus terjadi patut disampaikan kembali kepada tenaga kesehatan, terutama bila disertai perubahan kondisi tubuh. Pemeriksaan lanjutan membantu dokter menilai penyebabnya, bukan sekadar menganggapnya sebagai adaptasi.

Pada Juli tahun ini, Pereira merayakan satu tahun bebas kanker dengan berlibur ke Bali dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Ia menyebut keluarga sebagai dukungan terkuat selama menjalani pengobatan. Kisahnya juga mengingatkan bahwa gejala yang tampak biasa, seperti pendarahan berkepanjangan, bisa menjadi alasan untuk kembali mencari pertolongan medis.

“Jangan ragu. Dengarkan tubuhmu. Tubuhmu akan selalu memberitahumu jika ada sesuatu yang salah. Aku adalah buktinya,” kata Pereira.

Pereira berharap pengalamannya meningkatkan kesadaran tentang kanker langka. Ia juga bersyukur jerawat yang mendorongnya mulai minum pil KB akhirnya membawa perhatian pada kondisi tubuhnya. Kini, pesan yang ia sampaikan berangkat dari pengalaman pribadi: jangan abaikan tanda yang menetap, dan sampaikan perubahan itu kepada dokter.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Cek Weton Tanggal Lahir: Kalkulator Hari, Pasaran, dan Neptu Jawa