Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Palantir Naikkan Target Pendapatan, Didorong Permintaan AI

Palantir Naikkan Target Pendapatan, Didorong Permintaan AI
Palantir Naikkan Target Pendapatan, Didorong Permintaan AI

JAKARTA — Palantir memperkirakan pendapatan kuartal keempat 2026 mencapai US$2,649 miliar hingga US$2,653 miliar, melampaui perkiraan analis setelah permintaan perangkat lunak AI-nya menguat. Proyeksi itu muncul setelah pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga tumbuh sekitar 96 persen menjadi US$2,31 miliar.

Perusahaan analitik data asal Amerika Serikat itu mengandalkan permintaan dari pelanggan komersial dan pemerintah. Untuk setahun penuh, Palantir juga menaikkan perkiraan pendapatannya menjadi US$8,530 miliar hingga US$8,534 miliar.

Palantir perkirakan pendapatan kuartal keempat melampaui analis

Proyeksi Palantir untuk kuartal yang berakhir pada penghujung tahun berada di atas rata-rata perkiraan analis sebesar US$2,46 miliar. Perusahaan menyampaikan perkiraan tersebut pada Senin, 2 November.

Hasil kuartal ketiga juga melampaui perkiraan pasar. Pendapatan US$2,31 miliar itu lebih tinggi daripada estimasi analis sebesar US$2,18 miliar, menurut data LSEG yang disebut dalam laporan hasil perusahaan.

Pertumbuhannya cepat. Palantir mencatat kenaikan pendapatan sekitar 96 persen dibandingkan periode yang sama, sekaligus mempertahankan pertumbuhan 90 persen atau lebih untuk dua kuartal berturut-turut.

Dalam surat kepada pemegang saham, CEO Alex Karp mengatakan bisnis perusahaan pada dasarnya telah berlipat ganda dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pernyataan itu memberi gambaran tentang laju ekspansi Palantir, tetapi angka pendapatan pelanggan memperlihatkan dari mana sebagian pertumbuhan datang.

Bagaimana AI mengubah sumber pendapatan Palantir?

Pendapatan komersial di Amerika Serikat melampaui pendapatan pemerintah untuk pertama kalinya pada kuartal ketiga. Penjualan kepada pelanggan komersial tumbuh 148 persen menjadi US$984 juta, sedangkan pendapatan dari pemerintah AS naik 96 persen menjadi US$953 juta.

Palantir mengaitkan perkembangan ini dengan adopsi perangkat lunak AI yang membantu perusahaan memperbaiki operasional dan melindungi data sensitif. Bagi calon pelanggan, angka itu menunjukkan bisnis teknologi perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada kontrak pemerintah dan pertahanan.

Namun, pemerintah tetap menjadi bagian penting dari bisnis Palantir. Perusahaan mengembangkan Maven Smart System, perangkat yang digunakan markas militer NATO dan sejumlah angkatan bersenjata Eropa. Kontrak pemerintah dan pertahanan telah lama menjadi fondasi usahanya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis