JAKARTA — Palantir memperkirakan pendapatan kuartal keempat 2026 mencapai US$2,649 miliar hingga US$2,653 miliar, melampaui perkiraan analis setelah permintaan perangkat lunak AI-nya menguat. Proyeksi itu muncul setelah pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga tumbuh sekitar 96 persen menjadi US$2,31 miliar.
Perusahaan analitik data asal Amerika Serikat itu mengandalkan permintaan dari pelanggan komersial dan pemerintah. Untuk setahun penuh, Palantir juga menaikkan perkiraan pendapatannya menjadi US$8,530 miliar hingga US$8,534 miliar.
Palantir perkirakan pendapatan kuartal keempat melampaui analis
Proyeksi Palantir untuk kuartal yang berakhir pada penghujung tahun berada di atas rata-rata perkiraan analis sebesar US$2,46 miliar. Perusahaan menyampaikan perkiraan tersebut pada Senin, 2 November.
Hasil kuartal ketiga juga melampaui perkiraan pasar. Pendapatan US$2,31 miliar itu lebih tinggi daripada estimasi analis sebesar US$2,18 miliar, menurut data LSEG yang disebut dalam laporan hasil perusahaan.
Pertumbuhannya cepat. Palantir mencatat kenaikan pendapatan sekitar 96 persen dibandingkan periode yang sama, sekaligus mempertahankan pertumbuhan 90 persen atau lebih untuk dua kuartal berturut-turut.
Dalam surat kepada pemegang saham, CEO Alex Karp mengatakan bisnis perusahaan pada dasarnya telah berlipat ganda dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pernyataan itu memberi gambaran tentang laju ekspansi Palantir, tetapi angka pendapatan pelanggan memperlihatkan dari mana sebagian pertumbuhan datang.
Bagaimana AI mengubah sumber pendapatan Palantir?
Pendapatan komersial di Amerika Serikat melampaui pendapatan pemerintah untuk pertama kalinya pada kuartal ketiga. Penjualan kepada pelanggan komersial tumbuh 148 persen menjadi US$984 juta, sedangkan pendapatan dari pemerintah AS naik 96 persen menjadi US$953 juta.
Palantir mengaitkan perkembangan ini dengan adopsi perangkat lunak AI yang membantu perusahaan memperbaiki operasional dan melindungi data sensitif. Bagi calon pelanggan, angka itu menunjukkan bisnis teknologi perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada kontrak pemerintah dan pertahanan.
Namun, pemerintah tetap menjadi bagian penting dari bisnis Palantir. Perusahaan mengembangkan Maven Smart System, perangkat yang digunakan markas militer NATO dan sejumlah angkatan bersenjata Eropa. Kontrak pemerintah dan pertahanan telah lama menjadi fondasi usahanya.
Jumlah pelanggan juga memperlihatkan jangkauan bisnisnya. Dalam periode 12 bulan hingga 30 September, Palantir mencatat 1.090 pelanggan. Sebanyak 904 di antaranya dikategorikan sebagai pelanggan komersial.
Apa dampak pertumbuhan ini bagi pasar AI?
Kenaikan pendapatan dan proyeksi yang kuat dapat memperbesar perhatian investor terhadap peluang bisnis perangkat lunak AI. Bagi perusahaan yang mempertimbangkan teknologi serupa, pertumbuhan pendapatan komersial Palantir menjadi petunjuk bahwa permintaan tak hanya datang dari lembaga pemerintah.
Tapi ekspektasi investor juga tinggi. Saham Palantir terakhir naik hampir 1 persen dalam perdagangan lanjutan yang bergejolak. Ryan Lee, wakil presiden senior produk dan strategi Direxion, menilai valuasi saham sudah mencerminkan ekspektasi yang sangat tinggi sehingga hasil yang melampaui perkiraan belum tentu cukup untuk mendorong kenaikan.
Valuasi ke depan mempertegas perhatian pasar terhadap harga saham. Rasio harga terhadap laba Palantir untuk 12 bulan mendatang tercatat 83,38, dibandingkan 109,05 untuk Snowflake dan 80,16 untuk Datadog.
Palantir kini menetapkan target pendapatan tahunan US$8,530 miliar hingga US$8,534 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$8,150 miliar hingga US$8,158 miliar. Investor akan mencermati apakah permintaan dari pelanggan komersial dan pemerintah dapat menopang target baru itu pada kuartal berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.