Sebanyak 1.338.684 siswa SMA, MA, SMK, dan sederajat mengikuti hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua pada Senin, 2 November 2026. Kemendikdasmen memperkuat pemantauan setelah dugaan pelanggaran ditemukan pada gelombang pertama.
Asesmen yang berlangsung secara daring dan semi-daring itu menjadi perhatian siswa dan orang tua karena gelombang kedua masih berjalan. Pemerintah memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi gangguan teknis dan menjaga integritas pelaksanaan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa tantangan pelaksanaan mencakup kesiapan infrastruktur, koordinasi antarpihak, serta pengawasan di satuan pendidikan. Ia menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sekolah ketika kendala muncul.
“Penguatan koordinasi dan penanganan berbagai dinamika pelaksanaan TKA diperlukan agar asesmen dapat berlangsung dengan baik dan berintegritas,” kata Atip.
Pada hari pertama gelombang kedua, peserta mengerjakan Bahasa Indonesia. Secara keseluruhan, TKA SMA/MA dan SMK/MAK memiliki tiga mata pelajaran wajib serta dua mata pelajaran pilihan. Pelaksanaannya dibagi ke dalam beberapa gelombang untuk menyesuaikan kapasitas sekolah. Di Tarakan, misalnya, keterbatasan laboratorium komputer menjadi alasan siswa mengikuti tes dalam dua tahap.
Pengawasan diperketat menyusul 308 dugaan pelanggaran yang tercatat selama pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional pada gelombang pertama di 32 provinsi. Sejumlah temuan berupa foto atau video yang memperlihatkan layar tes, termasuk siaran langsung saat ujian. Dari jumlah itu, 13 temuan terindikasi sebagai pelanggaran berat dan masih dalam investigasi.
Kemendikdasmen memperoleh laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat melalui media sosial dan kanal pengaduan kementerian. Kementerian juga mengirimkan surat kepada kepala dinas pendidikan dan kepala kantor wilayah Kementerian Agama di 32 provinsi untuk mendukung evaluasi serta pengawasan.
Bagi orang tua, status TKA perlu dipahami sesuai ketentuan yang disebutkan dalam bahan pelaksanaan: hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai rekam jejak akademik dan untuk memenuhi persyaratan melanjutkan studi. Di Tarakan, TKA disebut menjadi syarat bagi siswa yang hendak mendaftar jalur prestasi perguruan tinggi negeri.
Jadwal gelombang kedua berlangsung pada 2–5 November, sementara gelombang khusus dijadwalkan pada akhir pekan. Kemendikdasmen juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas teknis dan dukungan bagi sekolah di wilayah kepulauan, termasuk Kepulauan Riau. Pengawasan dan penanganan laporan akan menjadi perhatian selama rangkaian tes berlangsung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.