Rabu, 4 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

LLMjacking Curi Akses AI Perusahaan, Tagihan Tembus US$100.000

LLMjacking menyalahgunakan akses AI perusahaan hingga tagihan cloud melonjak
Akses model AI yang dicuri dapat membuat perusahaan menanggung biaya cloud penyerang. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Serangan LLMjacking dapat membuat perusahaan menanggung tagihan layanan AI lebih dari US$100.000 setelah peretas menyalahgunakan akses model bahasa besar. Google Threat Intelligence Group (GTIG) mengatakan praktik pencurian sumber daya AI ini makin banyak digunakan kelompok peretas.

Tagihan bisa membengkak dalam hitungan menit. Dalam kasus yang dicatat Google, kelompok UNC6993 menghasilkan biaya lebih dari US$100.000 setelah memperoleh akses ke API model AI dan mengaktifkan layanan tambahan di proyek cloud korban.

Bagaimana peretas menjalankan LLMjacking?

LLMjacking adalah pencurian akses dan kapasitas model AI untuk kepentingan penyerang, sementara biaya penggunaannya dibebankan kepada pemilik akun. Pelaku dapat memanfaatkan kunci API yang bocor atau mencuri token identitas cloud untuk masuk ke infrastruktur perusahaan.

Akses awal itu bisa berasal dari endpoint model AI yang terbuka ke publik maupun kredensial yang dicuri. Google menyebut contoh kredensial yang disalahgunakan mencakup kunci layanan cloud, token akses pribadi GitHub, serta token sesi yang masih aktif.

Setelah berhasil masuk, penyerang berupaya menaikkan hak akses dan memperkuat pijakan mereka di sistem. Mereka lalu mencari akun, layanan, atau proyek cloud yang bisa dimanfaatkan lebih jauh.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menembus jaringan. Pelaku memakai akses tersebut untuk menjalankan permintaan ke model AI, mengalihkan lalu lintas melalui server perantara, atau menyediakan kapasitas komputasi kepada pihak lain. Akun perusahaan tetap membayar pemakaian yang tidak mereka lakukan.

Mengapa tagihan LLMjacking bisa melonjak cepat?

Pemakaian model AI dapat menghasilkan biaya besar ketika penyerang menjalankan permintaan secara otomatis dan berulang. Berbeda dari pencurian sumber daya untuk menambang mata uang kripto yang biayanya dapat terkumpul perlahan, GTIG memperingatkan LLMjacking bisa menghasilkan beban hingga enam digit dalam enam menit.

Google juga melaporkan kasus UNC6993, yang mencoba membuat kunci API tambahan serta mengaktifkan layanan terkait di proyek cloud korban. Aktivitas itu dengan cepat menimbulkan tagihan lebih dari US$100.000. Dalam pemberitaan lain tentang peringatan Google, ada klaim biaya cloud yang dapat mencapai US$1 juta; angka tersebut berbeda dari kasus spesifik UNC6993 yang dilaporkan GTIG.

Bagi perusahaan, dampaknya bukan hanya kejutan pada faktur cloud. Akses AI yang dicuri dapat mengganggu pengendalian anggaran, membuka peluang penyalahgunaan infrastruktur, dan membuat permintaan berbahaya tampak berasal dari layanan organisasi yang sah. Tim teknologi perlu mengawasi penggunaan akun dan layanan AI, bukan hanya mengamankan kata sandi atau jaringan.

LLMjacking juga membuka jalan untuk operasi lain

Sejumlah pelaku memanfaatkan akses curian untuk membangun layanan perantara yang menyamarkan asal permintaan. Dengan gerbang API sumber terbuka dan infrastruktur relay khusus, mereka dapat menggabungkan kredensial, mengukur pemakaian, serta menyamarkan dari mana permintaan model sebenarnya berasal.

Google turut mengamati pelaku yang menjalankan agen AI dan menyediakan proxy yang dapat diakses publik. Dalam salah satu operasi, penyerang memakai rangkaian proxy Node.js untuk menawarkan akses ke beberapa model AI dengan identitas D1337-KAIROS. Mereka juga memasang pintu belakang dalam kontainer, yang menghubungi model AI untuk menafsirkan instruksi dan menjalankan perintah secara lokal.

GTIG mengatakan satu penyelidikan menemukan dua kelompok operasi berbeda yang bekerja sama untuk menyusupi dan memonetisasi infrastruktur AI perusahaan. Temuan itu menunjukkan pencurian akses model dapat melibatkan pembagian tugas, mulai dari mencari kredensial hingga menjual atau menggunakan kapasitas yang berhasil dikuasai.

Google memperkirakan kelompok peretas akan makin memprioritaskan LLMjacking dibanding praktik pencurian sumber daya lainnya. Organisasi disarankan memantau perubahan pada akun dan layanan AI, serta memperlakukan aktivasi yang tidak sah sebagai insiden keamanan serius.

Perusahaan juga perlu membatasi hak akses setiap akun hanya pada kebutuhan pekerjaannya. Langkah itu dapat mengurangi ruang gerak penyerang jika kredensial berhasil dicuri. Google menekankan organisasi harus meningkatkan visibilitas terhadap platform LLM dan mendeteksi perubahan layanan tanpa izin sejak dini.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis