Rabu, 4 November 2026 WIB
EKONOMI

Wall Street Menguat Saat Saham Cip Kembali Jadi Incaran

Wall Street Menguat Saat Saham Cip Kembali Jadi Incaran
Wall Street Menguat Saat Saham Cip Kembali Jadi Incaran

NEW YORK — Wall Street menguat pada Selasa (3/11), ditopang kembalinya minat investor pada saham teknologi setelah tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Nasdaq naik 0,83 persen, tetapi penguatan tidak merata: Dow Jones justru melemah.

Pergerakan itu memberi gambaran pasar yang masih memilah peluang di sektor teknologi. Saham produsen cip menguat, sementara Apple turun setelah menyampaikan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan dan penjualan iPad yang tak memenuhi ekspektasi.

Wall Street bergerak berbeda antarindeks

Nasdaq ditutup di level 25.372,01, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,36 persen ke 7.568,92. Dow Jones Industrial Average turun 197,26 poin atau 0,38 persen ke posisi 51.786,72.

Penguatan saham teknologi menjadi penopang utama bagi dua indeks yang naik. Namun, penurunan Dow menunjukkan bahwa minat terhadap sektor tersebut belum otomatis mengangkat seluruh pasar. Investor masih menimbang biaya pendanaan dan risiko yang mengikuti ekspansi teknologi.

Apple turun hampir 2 persen. Perusahaan itu menyampaikan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan pada akhir perdagangan Senin, sementara penjualan iPad pada kuartal keempat tahun fiskal juga berada di bawah ekspektasi pasar.

Kontras dengan itu, saham produsen cip bergerak naik. AMD menguat lebih dari 3 persen menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiganya setelah penutupan perdagangan. Broadcom naik 3 persen, sedangkan Micron Technology dan Nvidia masing-masing menguat lebih dari 2 persen.

Mengapa saham teknologi kembali diburu?

Investor kembali masuk ke saham teknologi utama setelah sektor ini mengalami tekanan. Menurut ahli ekonomi Snyder, saham yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan mungkin mulai mendekati kondisi jenuh jual.

Namun, risiko belum hilang. Snyder mengatakan kekhawatiran tentang biaya modal dan besarnya pembiayaan utang yang dibutuhkan akan bertahan cukup lama. Ia juga memperkirakan pelemahan masih mungkin berlanjut sebelum tekanan mereda.

“Masih mungkin ada sedikit penurunan, sekitar 4% atau 5%. Namun, pada akhirnya, jika pelemahan ini tidak disertai resesi, biasanya penurunan akan berhenti di sekitar level tersebut,” ujar Snyder.

Perbedaan kinerja Apple dan produsen cip memperlihatkan bahwa investor tidak membeli semua saham teknologi tanpa memilah. Prospek penjualan dan margin tetap diperhatikan, sementara perusahaan yang berkaitan dengan infrastruktur AI masih menarik minat. Bagi pasar, pilihan itu berarti kabar baik untuk satu kelompok saham belum tentu menghapus risiko pada sektor secara keseluruhan.

Apa yang dicermati investor setelah pemilu AS?

Investor juga memperhatikan pemilihan paruh waktu Amerika Serikat yang berlangsung pada Selasa. Hasilnya menentukan partai yang menguasai House of Representatives dan Senat mulai Januari mendatang.

Pelaku pasar di platform prediksi memperkirakan peluang Partai Demokrat menguasai Senat mencapai hampir 75 persen. Hasil pemilu dapat memengaruhi arah transaksi berikutnya, terutama jika investor menilai komposisi Kongres membawa konsekuensi bagi saham berbasis AI.

Analisis JPMorgan pada pekan ini menyebut kemenangan Demokrat di DPR dan Senat berpotensi menekan pasar saham secara luas pada Rabu. Saham berbasis AI dapat menghadapi tekanan lebih besar bila pelaku pasar belum lebih dulu memperhitungkan hasil tersebut.

Sebaliknya, apabila Partai Republik mempertahankan kendali atas Senat atau kedua kamar Kongres, pasar saham berpeluang menguat dalam jangka pendek, menurut analisis itu. Karena itu, hasil pemilu menjadi salah satu hal yang menentukan apakah penguatan saham teknologi berlanjut atau justru tertahan.

Harga minyak ikut melemah

Di pasar komoditas, harga minyak berbalik turun di tengah spekulasi mengenai kemungkinan kemajuan dalam negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Minyak mentah Brent turun 1,12 persen dan ditutup pada US$103,60 per barel.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate juga melemah 0,38 persen ke US$96,09 per barel. Pergerakan minyak menjadi bagian lain dari perhatian investor, sementara arah saham teknologi dan hasil pemilu AS turut membentuk sentimen pasar.

Untuk saham berbasis AI, perhatian kini tertuju pada apakah tekanan yang disebut Snyder akan berlanjut, serta bagaimana pasar merespons hasil pemilihan paruh waktu. Snyder menilai pelemahan dapat berhenti jika tidak disertai resesi.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair