Como 1907 mencetak sembilan gol saat bertandang ke markas Lens, hasil telak yang membawa klub Italia itu masuk catatan sejarah Liga Champions. I Lariani menang 9-1 dalam pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Lens hanya mampu membalas sekali. Como, yang dilatih Cesc Fabregas, sudah memimpin 3-0 pada babak pertama sebelum menambah enam gol selepas jeda. Skor akhirnya mencolok: sembilan berbanding satu.
Anastasios Douvikas membuka pesta gol dengan dua gol pada paruh pertama, sementara Nico Paz turut mencatatkan namanya di papan skor. Keunggulan tiga gol saat turun minum menjadi landasan bagi Como untuk terus menekan selepas jeda.
Laju mereka tak mengendur. Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli masing-masing menyumbang satu gol. Douvikas kembali mencetak gol, melengkapi torehan golnya dalam pertandingan tersebut.
Lens mendapat satu gol hiburan lewat Ruben Aguilar. Namun, gol itu tak banyak mengubah gambaran laga: Como tetap menambah enam gol setelah turun minum dan menutup pertandingan dengan kemenangan besar.
Hasil ini punya arti lebih dari sekadar tiga angka di papan skor. Como menjadi tim kedua dalam 10 tahun terakhir yang mencetak sedikitnya delapan gol dalam satu pertandingan Liga Champions. Rekor itu menempatkan kemenangan mereka di antara penampilan ofensif paling mencolok dalam periode tersebut.
Pembandingnya adalah Bayern Munich. Klub Jerman itu pernah membungkam Barcelona 8-2 pada 2020 dan juga mencatat kemenangan 9-2 atas lawan lain. Como kini menyusul jejak tersebut lewat sembilan gol ke gawang Lens.
Bagi Como, kemenangan tandang ini menjadi capaian bersejarah di kompetisi elite Eropa. Bagi Lens, laga di kandang sendiri berakhir dengan kekalahan telak, meski Aguilar sempat memberi respons. Hasil pertandingan ini juga memberi pembaca di Indonesia gambaran jelas tentang dominasi Como: mereka unggul tiga gol sebelum jeda, lalu menggandakan produktivitas setelah babak kedua dimulai.
Dengan rekor baru itu, perhatian berikutnya tertuju pada kiprah Como di Liga Champions setelah kemenangan besar ini dan respons Lens usai kebobolan sembilan kali.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.