Kamis, 5 November 2026 WIB
EKONOMI

Saham AADI Menguat 1.92% pada Rabu, Death Cross Menekan

Logo Adaro Andalan Indonesia — ilustrasi JournalArta
Logo Adaro Andalan Indonesia — ilustrasi JournalArta

Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatat death cross dua sesi sebelum Rabu, 4 November 2026, sementara harga telah turun 8,80% dalam lima hari. Meski saham menguat 1,92% pada sesi terakhir ke Rp10.625, kenaikan harian itu belum mengubah struktur tren: harga masih di bawah rata-rata pergerakan 20 dan 50 hari, dan momentum MACD tetap negatif.

Mengapa AADI dibahas hari ini

  • Death cross baru: SMA20 memotong ke bawah SMA50
  • Tren turun berlanjut (5 hari -8,80%)

Dipilih otomatis dari 98 saham IDX (Indonesia) berdasarkan skor sinyal teknikal dengan pengacakan berbobot harian — bukan rekomendasi.

Tren turun belum terpatahkan

AADI berada di bawah SMA20 Rp11.185 dan SMA50 Rp11.388. SMA20 juga masih menurun—rata-ratanya turun 1,98% dalam lima hari—sehingga pantulan terakhir berlangsung di tengah tren yang belum pulih. Death cross, ketika SMA20 memotong ke bawah SMA50, menambah konfirmasi bahwa tekanan menengah masih mengarah ke bawah, bukan sekadar koreksi intrahari.

Seperti terlihat pada grafik harga, saham berada sekitar 38% dari rentang support-resistance 20 hari, dengan batas bawah Rp9.900 dan batas atas Rp11.800. Posisi ini membuat ruang menuju support lebih dekat daripada menuju resistance. Dalam rentang tiga bulan, AADI bergerak antara Rp8.950 dan Rp12.925; level-level itu memberi konteks lebih luas bila tekanan jual berlanjut atau harga berhasil membangun pemulihan.

Grafik aksi harga AADI
Grafik aksi harga AADI 3 bulan: harga, SMA20/50, Bollinger, support & resistance. Data: bursa via Yahoo Finance.

Harga berada di bagian bawah Bollinger Band, dengan %B 24%, tetapi belum menempel pada batas bawah Rp10.103,52. Lebar pita 19,3% tergolong normal, sehingga belum tampak kondisi squeeze yang biasanya menandai penyempitan volatilitas sebelum pergerakan besar. Sinyal ini lebih menunjukkan posisi harga yang lemah di dalam rentang, bukan pemicu pembalikan yang sudah terkonfirmasi.

Momentum dan volume memberi gambaran campuran

RSI 43,1 serta Stochastic %K 44,1 dan %D 42,5 masih berada di area netral. Keduanya belum menunjukkan kondisi jenuh jual yang ekstrem, tetapi juga belum memberi konfirmasi bahwa tenaga beli sudah mengambil alih. MACD lebih tegas: nilainya -125,623, di bawah garis sinyal -40,460, dengan histogram negatif -85,163. Perbedaan itu menempatkan momentum sebagai sinyal bearish yang lebih kuat dibanding pembacaan netral RSI dan Stochastic.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair