Kamis, 5 November 2026 WIB
EKONOMI

Saham AADI Menguat 1.92% pada Rabu, Death Cross Menekan

Logo Adaro Andalan Indonesia — ilustrasi JournalArta
Logo Adaro Andalan Indonesia — ilustrasi JournalArta

Grafik momentum AADI
Grafik momentum AADI: RSI(14), MACD, Stochastic. Data: bursa via Yahoo Finance.

Volume sesi terakhir mencapai 11.840.100 saham, sekitar 0,7 kali rata-rata 20 hari sebesar 16.955.565 saham. Artinya, penguatan harian terjadi dengan partisipasi yang lebih tipis daripada biasanya, sehingga belum cukup kuat untuk membantah tren turun. OBV memang naik, sebuah tanda bahwa akumulasi belum sepenuhnya hilang. Namun, sinyal tersebut masih berhadapan dengan harga di bawah kedua SMA dan histogram MACD yang negatif—divergensi yang perlu dipantau, bukan dianggap sebagai konfirmasi pembalikan.

ATR 14 hari sebesar Rp700, setara 6,6% dari harga, menandakan volatilitas tinggi. Pergerakan menuju support atau resistance dapat berlangsung lebar; karena itu, level teknikal perlu dibaca bersama risiko ayunan harga, bukan sebagai batas yang pasti menahan pergerakan.

Level penting dan skenario

Area Rp9.900 menjadi support 20 hari, sedangkan Rp11.800 merupakan resistance 20 hari. Jika harga mampu menembus resistance itu, tekanan teknikal jangka pendek berkurang, tetapi SMA20 dan SMA50 di atas harga tetap menjadi rintangan yang perlu diperhatikan. Sebaliknya, jika AADI gagal bertahan di Rp9.900, perhatian bergeser ke low tiga bulan Rp8.950.

Dengan bias teknikal yang tercatat bearish—tiga sinyal bearish dan tidak ada sinyal bullish—pantulan satu hari belum cukup mengubah penilaian. Kombinasi death cross, tren SMA20 yang menurun, serta MACD negatif menjadi dasar utama, sementara OBV yang naik dan oscillator netral menahan kesimpulan agar tidak dibaca sebagai tekanan jual yang seragam di semua indikator.

Verdict Teknikal: LAYAK JUAL

  • Alasan utama: death cross terbentuk dua sesi sebelum sesi terakhir; harga masih di bawah SMA20 Rp11.185 dan SMA50 Rp11.388; MACD dan histogramnya negatif.
  • Entry Price: Rp10.625, harga terakhir sebagai acuan analisis.
  • Exit/Target Price: Rp9.900, yakni support 20 hari berikutnya di bawah harga.
  • Stop Loss: Rp11.800, di atas resistance 20 hari sebagai batas pengaman skenario bearish.
  • Syarat pembatal: skenario bearish batal jika harga menembus resistance Rp11.800.

Bagi pembaca non-trader, artinya tekanan harga masih lebih kuat daripada tanda pemulihan, meski kenaikan sesi terakhir dan OBV yang membaik tetap layak dipantau.

Data Ringkas AADI

Harga terakhir 10.625,00 IDR
Perubahan 1 hari / 5 hari / 1 bulan 1,92% / -8,80% / -12,19%
Tren / MA-cross downtrend / death
SMA20 / SMA50 11.185,00 / 11.388,00
RSI (14) / Stochastic %K 43,1 / 44,1
Bollinger %B / ATR 24% / 700,00
Support / Resistance 20 hari 9.900,00 / 11.800,00
Data per 4 November 2026 16:06 WIB

Disclaimer: Analisa teknikal ini disusun otomatis dari data bursa (via Yahoo Finance) dan indikator yang dihitung JournalArta, untuk informasi dan edukasi. Verdict serta level entry, target, dan stop loss bukan saran investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada pembaca.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair