Jumat, 6 November 2026 WIB
LIFESTYLE

Healing Islami: Empat Jalan Menenangkan Hati Tanpa Liburan

Healing Islami
Healing Islami

JAKARTA — Healing Islami dapat dilakukan dengan mengingat Allah dan memperbaiki ibadah, bukan hanya dengan pergi berlibur atau mencari hiburan. Ajaran dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 menyebut bahwa hati orang beriman menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

Gagasan ini memberi cara pandang lain saat seseorang merasa sedih, gelisah, atau terpuruk. Pemulihan batin dalam Islam juga berkaitan dengan kedekatan kepada Allah dan keyakinan bahwa manusia dapat menyandarkan urusannya kepada-Nya.

Apa makna healing Islami untuk menenangkan hati?

Healing secara umum dipahami sebagai proses penyembuhan atau pemulihan diri dari tekanan emosional, pengalaman menyakitkan, atau keadaan yang membuat seseorang terpuruk. Dalam perspektif Islam, upaya tersebut tidak terbatas pada menjauh dari rutinitas atau mencari kesenangan duniawi.

Intinya adalah merawat hati melalui hubungan dengan Allah. Mengingat-Nya menjadi salah satu jalan untuk menghadapi kesedihan dan kegelisahan, terutama ketika seseorang berhadapan dengan ujian kehidupan.

Surah Ar-Ra’d ayat 28 menegaskan pesan itu: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ayat tersebut juga menyebut orang-orang beriman yang hatinya tenteram dengan mengingat Allah.

Pesan ini bukan berarti kesulitan langsung hilang. Namun, keyakinan kepada Allah dapat menjadi pegangan agar seseorang tidak larut dalam kesedihan. Ia belajar menyandarkan urusan kepada Tuhan dan melihat bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Empat cara merawat hati dalam ajaran Islam

Pendekatan healing Islami dalam uraian ini bertumpu pada empat hal yang saling berkaitan: mengingat Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, memperbaiki ibadah, dan menyandarkan urusan kepada-Nya. Keempatnya bukan daftar aktivitas rekreasi, melainkan cara memulihkan ketenangan batin lewat kehidupan beragama.

Mengingat Allah menjadi dasar. Saat hati diliputi kegelisahan, zikir mengarahkan kembali perhatian kepada Sang Pencipta. Ajaran dalam ayat tersebut menempatkan kedekatan kepada Allah sebagai sumber ketenteraman bagi orang beriman.

Berikutnya, seorang Muslim dapat berupaya memperbaiki ibadah. Langkah ini sejalan dengan gagasan bahwa pemulihan hati tidak hanya dicari melalui kegiatan di luar diri, tetapi juga melalui hubungan spiritual yang lebih terjaga.

Keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu turut membantu seseorang menghadapi kesulitan. Ia tidak harus menyangkal rasa sedih, tetapi dapat berusaha agar kesedihan itu tidak membuatnya kehilangan harapan dan tempat bergantung.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Cek Weton Tanggal Lahir: Kalkulator Hari, Pasaran, dan Neptu Jawa