Jumat, 6 November 2026 WIB
INTERNASIONAL

Santiago Pena Mundur, Krisis Bank Ueno Picu Proses Pemakzulan

Santiago Pena Mundur, Krisis Bank Ueno Picu Proses Pemakzulan
Santiago Pena Mundur, Krisis Bank Ueno Picu Proses Pemakzulan

ASUNCIÓN — Santiago Pena mengundurkan diri sebagai Presiden Paraguay pada Kamis (5/11), saat kebangkrutan Bank Ueno membuat jutaan nasabah kesulitan mengakses simpanan dan parlemen memulai proses pemakzulan. Krisis bank yang terkait dengan urusan Pena itu kini mengguncang pemerintahan dan sistem keuangan negara tersebut.

Dampaknya langsung terasa bagi nasabah. Penutupan Ueno mengunci dana yang tersimpan di bank, termasuk dana yang berkaitan dengan pembayaran pensiun. Ueno tercatat memiliki 2,9 juta nasabah di negara berpenduduk 6,1 juta jiwa.

Santiago Pena mundur di tengah krisis Bank Ueno

Pena mengumumkan pengunduran dirinya ketika anggota parlemen memperdebatkan upaya mencopotnya dari jabatan. Ia menyatakan keputusan itu diambil demi stabilitas Paraguay dan ketenangan masyarakat yang mempercayakan tabungan kepada sistem keuangan negara.

“Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil demi stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi publik kita,” kata Pena dalam pesan yang diunggah di media sosial.

Tak lama setelah pengumuman itu, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat memutuskan memulai proses pemakzulan. Senat akan menentukan apakah proses tersebut dilanjutkan. Sebelumnya, 35 anggota parlemen oposisi dan pembangkang dari partai berkuasa mengajukan tuntutan, dengan alasan Pena melakukan pengabaian tugas serius dan sistematis terkait urusannya dengan bank.

Pena menjabat sebagai presiden ke-52 Paraguay sejak Agustus 2023. Ia mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir, di tengah tekanan politik yang meningkat setelah intervensi terhadap Ueno dan perdebatan mengenai hubungannya dengan lembaga keuangan itu.

Berapa banyak nasabah terdampak krisis Bank Ueno?

Bank Ueno memiliki 2,9 juta nasabah, menurut angka dalam bahan utama, di Paraguay yang berpenduduk 6,1 juta jiwa. Angka pembanding menyebut sekitar 2,94 juta pelanggan. Keduanya menunjukkan bahwa jumlah pengguna bank tersebut sangat besar dibandingkan populasi negara itu.

Bank Sentral Paraguay menyatakan rasio solvabilitas Ueno turun di bawah batas minimum 50 persen setelah penyesuaian laporan keuangan dalam proses regularisasi. Bank tersebut kemudian ditutup di tengah krisis solvabilitas. Akibatnya, ribuan nasabah kehilangan akses ke simpanan mereka, sementara dampak yang lebih luas digambarkan menyentuh jutaan pelanggan.

Ueno juga menerima dana dari sejumlah entitas publik, termasuk Institut Jaminan Sosial Paraguay, yang mengelola dana pensiun bagi sebagian besar pekerja. Dana publik dan kaitan dengan lembaga pengelola pensiun membuat krisis ini melampaui persoalan sebuah bank: kepercayaan terhadap pengelolaan tabungan dan sistem keuangan ikut dipertaruhkan.

Hubungan Pena dengan bank jadi sorotan politik

Kontroversi menguat setelah otoritas mengintervensi Ueno. Pihak berwenang menyebut bank itu melanggar ketentuan batas pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi. Pena kemudian menghadapi tuduhan konflik kepentingan dan dugaan campur tangan dalam urusan yang berkaitan dengan bank serta lembaga sosial.

Pena pernah bekerja sebagai ekonom dan analis untuk Dana Moneter Internasional. Ia juga menjadi anggota Dewan Direksi Bank Sentral Paraguay. Sebelum terpilih sebagai presiden, ia menjabat Menteri Keuangan pada periode 2015 hingga 2017 di bawah Presiden Horacio Cortes.

Ia menempuh studi ekonomi di Universitas Katolik Asunción dan meraih gelar master Administrasi Publik dari Universitas Columbia. Latar belakang tersebut kini berada di bawah bayang-bayang krisis yang menyangkut kebijakan keuangan, dana publik, dan bank yang memiliki jutaan pengguna.

Dalam pernyataan lain, Pena mengatakan prioritasnya adalah ketenangan masyarakat yang mempercayakan tabungan kepada sistem keuangan Paraguay. Ia juga meminta maaf jika pernah mengecewakan masyarakat. “Sejarah akan menilai dan mempertimbangkan peristiwa yang kita alami saat ini. Saya memohon maaf kepada masyarakat jika saya pernah mengecewakan mereka,” ujarnya.

Proses politik berikutnya berada di tangan Senat. Sementara itu, simpanan nasabah Ueno tetap menjadi persoalan mendesak setelah bank dengan 2,9 juta nasabah itu ditutup.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →