CILACAP — Alarm banjir rob Pertamina di Dusun Bondan, Cilacap, membantu warga melindungi hasil tambak dengan tingkat keberhasilan hingga 80%. PT Pertamina (Persero) memasang teknologi peringatan dini itu agar masyarakat pesisir punya waktu bersiap sebelum air pasang datang.
Sirene menjadi penanda bagi warga untuk melakukan evakuasi. Bagi petambak, peringatan itu juga memberi kesempatan menjaga ikan agar tidak hanyut saat banjir rob menggenangi tambak.
Bagaimana alarm banjir rob membantu petambak?
Alarm banjir rob bekerja dengan memberi peringatan sebelum air datang. Sunaryo Adi Putra, Perwira Pertamina Subholding Downstream Pertamina, menjelaskan sirene akan berbunyi agar warga dapat mengevakuasi diri dan bersiap menghadapi banjir.
“Jadi sebelum air banjir datang. Sirene ini akan bunyi untuk mengingatkan warga untuk mengevakuasi,” ujar Sunaryo dalam Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Data Pertamina mencatat fasilitas itu memberi perlindungan terhadap hasil tambak dengan tingkat keberhasilan hingga 80%. Angka tersebut menunjukkan manfaat sistem peringatan bukan hanya pada keselamatan warga, tetapi juga pada upaya mempertahankan panen.
Dari gagal panen menjadi waktu untuk bersiap
Kebutuhan alarm muncul setelah banjir rob berulang kali menggagalkan panen tambak di Dusun Bondan. Mohammad Jamaludin, penggerak masyarakat dari DEB Dusun Bondan, mengatakan warga membutuhkan cara untuk mengetahui bahwa banjir akan datang.
“Jadi alarm ini berawal dari seringnya gagal panen. Jadi dari situ kami membutuhkan sebuah sistem untuk bagaimana kita bisa memberikan peringatan atau peringatan kepada warga bahwa ini banjir mau datang,” kata Jamaludin.
Sebelum ada alarm, air yang masuk ke tambak dapat membuat ikan lepas. Warga lalu kehilangan hasil panen. Kini, bunyi sirene memberi tanda agar mereka sempat mengambil langkah sebelum kondisi itu terjadi.
Jamaludin mengatakan warga dapat mempersiapkan diri setelah fasilitas dipasang. Ia menilai kesiapan itu membantu menjaga hasil tambak yang sebelumnya rentan terdampak banjir rob.
“Ketika banjir datang tambaknya kena air, ikannya bubar. Nah dengan adanya alat ini, ketika warga bisa siap-siap, akhirnya aman. Jadi bisa mempertahankan hasil panen,” terangnya.
Dampak peringatan dini bagi warga pesisir
Bagi masyarakat pesisir, jeda waktu antara bunyi alarm dan datangnya air dapat menentukan apakah warga sempat mengamankan diri serta mengantisipasi kerugian tambak. Teknologi ini menghubungkan informasi bahaya dengan tindakan warga: sirene memberi tanda, lalu masyarakat menyiapkan evakuasi dan melindungi panen.
Dampaknya terasa langsung pada mata pencaharian warga. Ketika ikan tidak tersapu air, hasil tambak berpeluang dipertahankan. Capaian hingga 80% yang dicatat Pertamina memberi gambaran manfaat fasilitas di Bondan, meski perlindungan itu bergantung pada warga yang menerima peringatan dan sempat bersiap.
Pertamina menghadirkan fasilitas Early Warning System Rob Flood (EWSRF) di Dusun Bondan sebagai antisipasi atas banjir rob yang kerap datang. Bagi Jamaludin dan warga setempat, perubahan utamanya sederhana: mereka kini memperoleh peringatan sebelum air mengancam tambak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.