Sabtu, 7 November 2026 WIB
OLAHRAGA

Arema FC Kalah 0-3 dari Madura United, Caldas Evaluasi Mental

Arema FC Kalah 0-3 dari Madura United, Caldas Evaluasi Mental
Arema FC Kalah 0-3 dari Madura United, Caldas Evaluasi Mental

PAMEKASAN — Arema FC kalah 0-3 dari Madura United dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (6/11/2026) malam WIB, dan pelatih interim Andre Caldas menyoroti rapuhnya mental pemain.

Dua gol tuan rumah tercipta menjelang turun minum. Kekalahan itu membuat Arema pulang tanpa poin, sementara perhatian Caldas tertuju pada konsentrasi tim ketika memasuki momen krusial.

Arema FC kalah 0-3 setelah kebobolan dua gol beruntun

Caldas mengubah sistem permainan untuk membuat Arema lebih rapat saat bertahan menghadapi tekanan Madura United. Strategi itu sempat membantu Singo Edan memberi perlawanan, tetapi keunggulan tuan rumah berubah dalam rentang waktu singkat menjelang jeda.

Jorge Mendonca memecah kebuntuan lewat sundulan pada menit ke-45. Satu menit berselang dalam hitungan waktu pertandingan, tepatnya menit ke-45+1, Dimitar Mitkov menggandakan keunggulan Madura United.

Dua gol itu mengubah situasi sebelum kedua tim masuk ruang ganti. Arema yang sempat menjaga pertahanan kompak kini harus mengejar ketertinggalan dua gol, tugas yang membuat tekanan pada babak kedua semakin berat.

“Kami mengubah sistem dan bermain lebih kompak secara defensif hingga 45 menit pertama, namun kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima,” ujar Caldas dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Apa yang diubah Caldas pada babak kedua?

Arema meningkatkan intensitas serangan setelah jeda. Caldas memasukkan Gustavo Franca dan Leo Guntara, lalu menggeser formasi dari 3-4-3 menjadi 4-3-3 untuk memberi tim pendekatan berbeda saat memburu gol.

Perubahan itu sempat menghasilkan peluang. Gabriel Silva bekerja sama dengan Gustavo Franca, tetapi penyelesaian Gustavo membentur mistar gawang Angga Saputro. Peluang tersebut menunjukkan Arema mampu menekan, namun belum cukup untuk mengubah skor atau membongkar pertahanan tuan rumah.

Momen itu menjadi gambaran masalah Arema pada laga ini: perubahan taktik memberi jalan menuju peluang, tetapi tim tetap kesulitan menjaga ketenangan dan menuntaskan serangan. Setelah tertinggal, upaya mengejar gol belum diikuti penyelesaian yang mampu menghidupkan kembali pertandingan.

Masalah mental jadi perhatian Arema FC

Menurut Caldas, persoalan tim tidak berhenti pada taktik. Ia melihat pemain cenderung kehilangan fokus setelah kebobolan, sehingga konsistensi permainan ikut terganggu. Dua gol menjelang turun minum menjadi contoh paling nyata dari momen yang ia sesalkan.

Dampaknya langsung terasa pada hasil dan pekerjaan Arema setelah laga. Kekalahan tanpa gol balasan menegaskan bahwa evaluasi harus menyentuh respons pemain ketika tekanan meningkat, bukan hanya susunan formasi. Bagi tim, kemampuan mempertahankan konsentrasi setelah kebobolan akan menentukan apakah perubahan strategi bisa benar-benar menghasilkan perlawanan yang lebih efektif.

Madura United, sebaliknya, memanfaatkan celah pada penghujung babak pertama dan membawa keunggulan itu hingga pertandingan berakhir. Arema sempat menciptakan peluang pada paruh kedua, tetapi mistar gawang menjadi penghalang dan skor tetap 0-3.

Caldas menilai kebobolan pada penghujung babak pertama tidak dapat diterima. “Kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima,” ujar pelatih interim Arema FC itu.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →