Sabtu, 7 November 2026 WIB
EKONOMI

Jagung SPHP Rp 5 Ribu per Kg, Bulog Siapkan Stok Pakan Peternak

Jagung SPHP Rp 5 Ribu per Kg, Bulog Siapkan Stok Pakan Peternak
Jagung SPHP Rp 5 Ribu per Kg, Bulog Siapkan Stok Pakan Peternak

JAKARTA — Jagung SPHP seharga Rp 5 ribu per kilogram disalurkan Bulog untuk membantu peternak rakyat, sementara hasil panen berlebih dirancang bisa disimpan sebagai stok dan diambil saat masa paceklik.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan skema itu pada Jumat, 6 November 2026. Pemerintah juga menyiapkan ekosistem yang menghubungkan petani jagung dengan kelompok peternak, dari produksi hingga pasokan pakan.

Skema ini menyasar masalah yang kerap muncul menjelang akhir tahun: peternak kesulitan memperoleh bahan baku pakan. Dengan jagung yang diserap dan disimpan Bulog, kelompok peternak diharapkan memiliki akses terhadap pasokan ketika panen tidak mencukupi.

Bagaimana skema jagung SPHP untuk peternak berjalan?

Petani yang berada dalam binaan kelompok peternak menanam jagung, lalu hasil panennya diserap oleh peternak. Jika produksi melampaui kebutuhan, Bulog dapat membeli kelebihannya dan menyimpannya sebagai resi gudang.

Jagung itu bisa diambil kembali oleh peternak yang mendampingi petani saat pasokan menipis. Amran menyebut masa paceklik yang menjadi perhatian berlangsung pada September, Oktober, dan November.

“Ini tanam jagung, kemudian offtakernya peternak, kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog. Menjadi resi gudang. Begitu masa peceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen,” kata Amran dalam keterangan resmi.

Rancangan tersebut berupaya menjaga hubungan langsung antara produsen jagung dan peternak. Bulog berperan menyerap kelebihan panen agar jagung tidak hanya tersedia saat musim panen, sedangkan peternak mendapat pilihan pasokan saat kebutuhan meningkat.

Berapa harga jagung SPHP?

Bulog menjual jagung SPHP dengan harga Rp 5 ribu per kilogram. Harga komersial yang disebut dalam keterangan berada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.400 per kilogram.

Perbedaan harga itu dapat meringankan biaya bahan baku pakan bagi kelompok peternak yang memperoleh pasokan. Pemerintah juga melibatkan BUMN Pangan ID Food, yang menyalurkan soybean meal atau bungkil kedelai dengan harga terjangkau.

Dampaknya terasa pada keberlanjutan usaha ternak: bahan baku yang lebih mudah dijangkau membantu peternak menjaga ketersediaan pakan, sementara stok dari hasil panen berlebih memberi jalur pasokan tambahan ketika masa paceklik datang. Keberhasilan skema bergantung pada keterhubungan petani binaan, kelompok peternak, Bulog, dan penyalur bahan pakan.

Penyaluran dimulai dari kelompok peternak di Blitar

Sebagai langkah awal, Amran menyalurkan 180 ton jagung SPHP kepada 18 kelompok peternak rakyat di Blitar, Jawa Timur. Penyaluran itu menjadi bagian dari rencana membangun ekosistem peternakan dari hulu sampai hilir.

Amran mengatakan peternak dari berbagai daerah sebelumnya datang ke Jakarta untuk menyampaikan kebutuhan mereka. “Kami hari ini tunaikan janji. Setelah peternak, semua Indonesia perwakilan ada seribu lebih ke Jakarta. Menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.

Untuk peternak yang menerima jagung bersubsidi, harga pasokannya tercatat Rp 5 ribu per kilogram, dibandingkan harga komersial sekitar Rp 7.000 hingga Rp 7.400 per kilogram.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair