SERANG — Polda Banten menangkap ED dan AM, dua tersangka tabrak lari yang menyeret personel PJR di Tol Serang–Panimbang, Jumat. Keduanya diamankan di lokasi berbeda setelah seorang petugas terseret di kap mobil hingga tiga kilometer.
ED ditangkap di wilayah Pandeglang, sedangkan AM diamankan di Serang. Kasus ini bermula ketika dua personel Patroli Jalan Raya memeriksa Daihatsu Xenia yang terparkir mencurigakan di bahu jalan tol.
Peristiwa itu terjadi di KM 70 pada Minggu (1/11). Dua anggota PJR terluka; satu di antaranya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Bagaimana tabrak lari di Tol Serang terjadi?
Saat petugas memeriksa mobil, pengemudi justru membawa kendaraan meninggalkan lokasi. Briptu Wahyu tersenggol, sementara Bripda Rizki tersangkut di kap depan dan terbawa sampai tiga kilometer.
Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea menyatakan penangkapan berlangsung pada hari yang sama di dua tempat. Polisi menyita mobil Daihatsu Xenia yang digunakan serta rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Menurut keterangan Maruli, pengemudi mengaku panik saat didatangi petugas. Namun, ia tetap melaju meski mengetahui ada anggota polisi tersangkut di bagian depan mobil dan tidak memberikan pertolongan.
Penangkapan tersangka tabrak lari di Tol Serang
Penangkapan ED dan AM memperluas penanganan perkara dari insiden di jalan tol menjadi proses hukum terhadap dua orang yang diduga terlibat. Barang bukti mobil dan rekaman CCTV kini berada di tangan polisi untuk mendukung penyidikan.
Dampaknya terasa langsung bagi pengguna jalan dan petugas yang bekerja di ruas tol: pemeriksaan kendaraan yang berhenti mencurigakan dapat berubah menjadi situasi berbahaya ketika pengemudi memilih kabur. Dalam kejadian ini, satu anggota tersenggol dan rekannya terbawa mobil sejauh tiga kilometer.
Kondisi salah satu anggota masih serius. Ia menjalani perawatan intensif, sementara kedua personel PJR sama-sama mengalami luka akibat insiden tersebut. Perbedaan tingkat cedera itu membuat penanganan medis masih menjadi perhatian setelah penangkapan tersangka.
Polisi juga mengamankan rekaman CCTV, yang dapat membantu memperjelas rangkaian kejadian saat kendaraan meninggalkan bahu jalan. Keterangan mengenai kepanikan pengemudi disampaikan Maruli, yang menegaskan bahwa kendaraan tetap dipacu walaupun petugas berada di kap.
“Meskipun mengetahui ada petugas tersangkut di kap depan, pengemudi tetap memacu kendaraan dan tidak memberikan pertolongan,” kata Maruli.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.