Letak Ulanqab sekitar 350 kilometer barat laut Beijing. Mongolia Dalam memiliki sumber energi angin dan surya, sedangkan iklim Ulanqab yang relatif sejuk memungkinkan pengelola memanfaatkan udara luar untuk mendinginkan server dan menekan kebutuhan pendingin intensif energi.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua pada Oktober, Ulanqab telah menandatangani 109 proyek pusat komputasi. Hingga Agustus, komputasi yang berfokus pada AI mencakup lebih dari 90 persen kapasitas komputasi kota itu.
Bagaimana pembangunan mengubah usaha warga?
Pembangunan juga menarik pembeli bagi pedagang kecil. Gao Lina, penjual nasi iga babi berusia 46 tahun, pindah ke kawasan klaster pusat data Bayin sekitar setahun lalu setelah mendengar proyek baru akan terus berjalan.
“Bisnis di sini sangat bagus. Saya menjual sekitar 100 porsi sehari, dan biasanya menjelang tengah hari sudah habis,” kata Gao. Di sekitar lokasi, terdapat sekitar 30 warung sederhana yang beroperasi dari mobil van, tenda, atau meja kecil untuk melayani pekerja proyek.
Peluangnya bisa berubah. Seorang pedagang rokok dan makanan ringan di klaster Yiwutang mengatakan jumlah pekerja konstruksi berkurang setelah tahap pembangunan beralih ke pemasangan peralatan. Pelanggannya kini lebih banyak teknisi yang bekerja di dalam pusat data.
Artinya, manfaat ekonomi bagi warga tidak selalu berlangsung sama sepanjang proyek. Warung yang ramai ketika konstruksi berlangsung perlu menyesuaikan diri saat pekerjaan bergeser, sementara petani seperti Zhang menghadapi penyusutan tanah garapan yang lebih menetap.
Bisakah pusat data berkembang di wilayah rawan kekeringan?
Ekspansi itu membawa persoalan yang lebih mendasar: kebutuhan air industri pusat data di wilayah yang lama mengalami kekeringan. Warga setempat mengenal betul dampak kekurangan air terhadap pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Gao, seorang petani berusia 57 tahun yang hanya bersedia disebut dengan nama keluarganya, menanam kentang dan ubi jalar di dekat rumahnya. Ia mengenang masa ketika kekeringan berlangsung berbulan-bulan dan tanah pertanian mengering.
“Pernah ada masa ketika kami tidak bisa menanam apa pun karena memang tidak ada air,” katanya. Ia juga mengingat bahwa warga harus menghemat air, bahkan untuk minum.
Presiden China Xi Jinping mengunjungi Zona Pengembangan Teknologi Tinggi Chahar pada 16 Oktober. Kawasan itu menjadi salah satu pusat data utama Ulanqab dan menampung fasilitas perusahaan teknologi, termasuk Huawei, Alibaba, dan Apple.
Dalam kunjungan itu, Xi menerima penjelasan mengenai pembangunan infrastruktur komputasi hijau dan menyerukan koordinasi lebih erat antara sumber daya komputasi, listrik, dan air.
Bagi Ulanqab, pembangunan pusat data kini berjalan berdampingan dengan pertanyaan yang langsung menyentuh kehidupan warga: bagaimana memenuhi kebutuhan industri tanpa mengulangi kesulitan air yang sudah lama mereka alami.








📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.