SEMARANG — Bendungan Jragung di Jawa Tengah hampir rampung, dengan realisasi pembangunan mendekati 100% dan pasokan irigasi yang dirancang untuk mengairi 4.528 hektare lahan di Demak dan Grobogan.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengerjakan proyek ini. Pada 8 November 2026, Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko menyampaikan bahwa pekerjaan akhir masih berlangsung di lokasi bendungan.
Bendungan Jragung memasuki pekerjaan akhir
Tim lapangan kini memasang riprap, yaitu lapisan batu pelindung, serta gebalan rumput untuk membantu mengendalikan erosi. Pekerjaan tersebut menyusul pengisian awal waduk atau impounding yang terlaksana pada awal September 2026.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyaksikan langsung tahap pengisian awal tersebut. Impounding menjadi tahapan penting sebelum bendungan memasuki fungsi operasionalnya.
Waskita Karya mendapat penugasan untuk mengerjakan Paket 1 dan Paket 4 Bendungan Jragung. Proyek itu termasuk dalam 61 bendungan yang dibangun pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum selama periode 2015-2025.
Pasokan irigasi untuk lahan pertanian
Manfaat langsung yang disiapkan proyek ini ialah suplai air ke Daerah Irigasi (DI) seluas 4.528 hektare di Kabupaten Demak dan Grobogan. DI adalah kawasan lahan pertanian yang memperoleh layanan pengairan dari jaringan irigasi.
Waskita Karya menyebut layanan air tersebut mendukung pertanian dan program swasembada pangan. Indeks Pertanaman, ukuran intensitas penanaman di lahan, diproyeksikan naik dari 168% menjadi 275%.
Perubahan itu penting bagi petani karena ketersediaan air irigasi berkaitan dengan peluang mengolah lahan lebih intensif. Namun, capaian tersebut masih berupa proyeksi yang disampaikan perusahaan, bukan hasil yang telah terealisasi.
Bagi wilayah Demak dan Grobogan, bendungan ini juga dirancang sebagai sumber air yang melayani kebutuhan di luar pertanian. Kapasitas tampungnya mencapai 90 juta meter kubik, dengan luas genangan sekitar 451 hektare.
Potensi air baku dan energi
Waskita Karya memproyeksikan bendungan dapat membantu memenuhi kebutuhan air baku sekitar 720 ribu jiwa pada 2040. Perusahaan juga memperkirakan keberadaannya berkontribusi hingga 93,76% terhadap pemenuhan air bersih di tiga kabupaten.
Angka itu memberi gambaran dampak proyek bagi rumah tangga dan layanan air di kawasan sekitar. Manfaatnya bergantung pada pemanfaatan bendungan dan penyaluran air sesuai kebutuhan wilayah.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.