JAKARTA — Pemakzulan Gibran dapat dijalankan jika seluruh persyaratan terpenuhi, kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Jakarta pada Ahad (8/11/2026). Ia menegaskan proses itu bukan sesuatu yang patut disambut dengan gembira.
Pernyataan Paloh muncul saat wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi perbincangan. Jika syaratnya terpenuhi dan tidak ada alternatif penyelesaian, proses pemakzulan dapat berjalan; bagi Paloh, keadaan itu justru memprihatinkan.
Paloh menyampaikan pandangannya setelah kegiatan NasDem Bugar Berbagi di Lapangan Banteng. Ia mengaku prihatin dengan situasi politik yang berkembang dan menilai persoalan tersebut membawa kesedihan, bukan kegembiraan bagi bangsa.
Syarat terpenuhi, proses bisa berjalan
Paloh mengatakan tidak ada alasan untuk mengabaikan proses apabila seluruh persyaratan memang sudah dipenuhi. Namun, ia membedakan sikap menerima kemungkinan prosedural itu dari menyambut pemakzulan sebagai kabar baik.
“Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, tidak ada jalan lain lagi,” kata Surya Paloh. Ia menyebut keputusan harus mengarah pada pilihan yang dinilai terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada kesempatan terpisah di Karawang, Paloh juga menyampaikan bahwa proses dapat dijalankan apabila semua syarat terpenuhi dan tidak tersedia alternatif penyelesaian lain. Penekanannya tetap pada kondisi yang harus dipenuhi, bukan dukungan terhadap pemakzulan tanpa syarat.
Perbedaan lokasi penyampaian itu tidak mengubah inti sikap yang disampaikan Paloh pada Ahad tersebut. Ia sama-sama menyatakan proses bisa diteruskan jika persyaratan lengkap dan tak ada jalan penyelesaian lain.
Amanah Pilpres 2024 masih berjalan
Paloh mengingatkan Prabowo dan Gibran dipilih sebagai pasangan dalam Pilpres 2024. Menurut dia, rakyat telah memberi amanah kepada keduanya untuk melanjutkan kepemimpinan hingga pemilu berikutnya pada 2029.
Ia menilai wacana pemakzulan muncul ketika masa kepemimpinan pasangan itu masih berjalan. Karena itu, kemungkinan proses tersebut memunculkan keprihatinan, bukan suasana kemenangan politik.
Dampaknya tidak berhenti pada perdebatan mengenai posisi wakil presiden. Wacana pemakzulan juga menyangkut amanah yang diberikan pemilih dan suasana politik yang dirasakan masyarakat. Paloh mengingatkan agar persoalan itu tidak diperlakukan sebagai peristiwa yang menggembirakan.
Ini situasi serius.
Dalam pernyataan lain, Paloh menyebut kemungkinan pemakzulan sebagai keadaan yang tragis bagi bangsa apabila benar-benar sampai terjadi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kebatinan dan persatuan masyarakat, serta menghindari ketegangan dan ketidakpercayaan antarkomponen bangsa.
Paloh tidak menyatakan bahwa pemakzulan sudah diputuskan. Sikap yang ia sampaikan bersyarat: proses dapat ditempuh bila persyaratan terpenuhi dan tidak ada alternatif penyelesaian. Perdebatan berikutnya akan bergantung pada pemenuhan syarat tersebut dan pilihan penyelesaian yang tersedia.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.