Senin, 9 November 2026 WIB
POLITIK PEMERINTAHAN

Bahlil dan Isu Penyadapan, Idrus Kritik Pernyataan Said Didu

Bahlil dan Isu Penyadapan, Idrus Kritik Pernyataan Said Didu
Bahlil dan Isu Penyadapan, Idrus Kritik Pernyataan Said Didu

JAKARTA — Idrus Marham menegaskan Bahlil Lahadalia tidak terlibat dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto, Minggu (8/11), sekaligus mengkritik pernyataan Said Didu yang dinilainya menggiring opini publik.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu membela ketua umum partainya setelah sejumlah pihak mengaitkan Bahlil dengan penyadapan ilegal. Idrus menyebut tudingan tersebut tidak berdasar pada keyakinannya.

“Saya yakin, bahkan hakulyakin bahwa Bahlil Lahadalia tidak terkait dan tidak terlibat dengan kasus penyadapan,” kata Idrus kepada awak media.

Bahlil dan isu penyadapan yang disorot Idrus

Idrus menilai Said Didu menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan tudingan secara tendensius. Ia merujuk pada pernyataan Said dalam sebuah siniar tentang sosok ketua umum partai politik yang disebut dekat dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Listyo kini menjadi tersangka dalam kasus penyadapan, menurut keterangan dalam bahan berita. Namun, Idrus menolak kesimpulan yang menghubungkan kedekatan yang dibicarakan Said dengan dugaan keterlibatan Bahlil.

Menurut Idrus, jika pernyataan Said didengar secara utuh, publik dapat diarahkan pada kesimpulan bahwa Golkar melalui Bahlil terlibat dalam penyadapan ilegal. Ia menyebut penyampaian semacam itu telah melampaui kritik biasa.

“Pak Said Didu itu kelihatannya sudah sangat tendensius. Saya menyesalkan orang sekelas Said Didu masih saja berkubang dalam sensasi murahan,” ujar Idrus.

Tudingan terhadap Bahlil dinilai berisiko menggiring opini

Perselisihan ini menyangkut lebih dari hubungan pribadi atau politik antara tokoh yang disebut. Penyadapan terhadap presiden merupakan perkara serius, sehingga tudingan yang mengaitkan seseorang dengan kasus itu dapat membentuk persepsi publik sebelum keterlibatannya terbukti.

Dalam konteks tersebut, Idrus meminta pernyataan Said dinilai dengan memperhatikan keseluruhan isi siniar, bukan hanya potongan yang menyebut ketua umum partai dan kedekatan dengan Listyo. Ia menegaskan Bahlil tidak terkait maupun terlibat.

Isu ini juga menempatkan Golkar dalam sorotan karena Bahlil memimpin partai tersebut. Tuduhan bahwa partai atau ketuanya terlibat dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap Golkar, sementara Idrus berusaha membantah kaitan itu secara terbuka.

Idrus tidak menyampaikan rincian tambahan mengenai proses penyelidikan kasus penyadapan. Pernyataannya berfokus pada pembelaan terhadap Bahlil dan kritik atas cara Said menyampaikan dugaan tersebut.

Dalam bahan berita, Listyo disebut sebagai tersangka kasus penyadapan, sedangkan Idrus menyatakan Bahlil tidak terkait. Dua hal itu menjadi garis utama dalam bantahan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar tersebut.

(PE)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →