Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

BSU 2025 Cair ke 95 Persen Target, Menaker Yassierli Ungkap Kendalanya

BSU 2025 Cair ke 95 Persen Target, Menaker Yassierli Ungkap Kendalanya
Foto: Viva

Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 kini telah menyentuh 95 persen dari total target sasaran nasional. Meski angka tersebut terlihat impresif, sebanyak 5 persen sisa target harus tertahan di tengah jalan akibat persoalan sinkronisasi data yang belum rampung sepenuhnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, membeberkan duduk perkara ini langsung di hadapan anggota dewan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Selasa, 21 Juli 2026. Ia mengakui bahwa tantangan teknis menjadi batu sandungan utama pemerintah untuk menuntaskan penyaluran bagi seluruh 15 juta pekerja yang masuk dalam daftar sasaran.

Secara total, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp10,32 triliun untuk program ini. Dari nilai tersebut, Rp9,63 triliun sudah berhasil disalurkan ke kantong para pekerja di berbagai daerah. Sisanya, yang berjumlah sekitar 5 persen, hingga kini masih tersendat di birokrasi pendataan.

Masalah Klasik pada Validasi Data

Yassierli menjelaskan bahwa akar masalahnya terletak pada proses integrasi data sejak awal program. Saat anggaran ditetapkan, sistem yang digunakan untuk memverifikasi calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan masih berada dalam fase penyempurnaan atau fine-tuning. Kondisi ini membuat data pekerja yang sebenarnya berhak menerima bantuan tidak terbaca secara presisi oleh sistem di lapangan.

Ketidaksesuaian data inilah yang menyebabkan distribusi tidak bisa mencapai angka 100 persen. Kendati demikian, Yassierli tetap menilai capaian 95 persen merupakan langkah yang cukup efektif bagi jaring pengaman sosial pekerja. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga kehati-hatian dalam pencairan agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.

Capaian Program Pendukung

Di luar BSU, Kementerian Ketenagakerjaan juga memacu program-program lain untuk menjaga stabilitas sektor tenaga kerja. Salah satu yang paling mencolok adalah program pemagangan nasional. Dengan anggaran Rp300 miliar lebih, program ini ditargetkan menyentuh 100 ribu calon pekerja.

Hasilnya cukup mengejutkan. Realisasi di lapangan justru menembus angka 102 persen dari target. Artinya, animo calon pekerja untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengalaman kerja jauh melampaui ekspektasi awal pemerintah.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda