Meski pernyataan Kasat Reskrim Polres Bangka sesingkat itu namun sejumlah awak media pun akhirnya berhasil memancing Ayu lebih jauh terkait kasus salah tangkap oleh tim Buser Sat Reskrim Polres Bangka di Desa Air Duren tersebut. Ayu pun akhirnya mengaku jika saat kejadian itu si korban (Andi) yang diduga pihaknya merupakan salah satu dari kelompok pelaku pengeroyokan di Pantai Pukan, Merawang itu namun akhirnya diketahui Andi alias Son bukanlah pelaku.
“Iya memang betul kejadian ini adanya kesalahfahaman. Apalagi saat kejadian malam itu orang itu (Andi alias Son — red) sempat dia (Andi — red) teriak-teriak keras jadi situasi saat itu membuat anggota kita (Tim Buser — red) merasa panik,” ungkap Ayu.
Ayu pun mengaku jika saat kejadian penangkapan terhadap seorang warga Desa Duren, Mendo Barat (Andi alias Son) oleh anggotanya (tim Buser Sat Reskrim Polres Bangka) malam itu sempat pula disaksikan para tokoh masyarakat setempat, namun pengakuan atau pernyataan Kasat Reskrim Polres Bangka ini justru berbeda alias dibantah oleh istri korban (Tika).
Namun Ayu kembali menyakini awak media yang menemuinya malam itu di ruang kerjanya jika ia sendiri sempat sempat berbincang dengan korban (Andi) saat di kantor Polsek Petaling saat kejadian malam penangkapan Andi oleh anggotanya (Tim Buser).
Selanjutnya Ayu pun tak berkomentar lebih jauh lantaran dirinya merasa jika kasus di Desa Air Duren, Mendo Barat tersebut telah berakhir dengan kesepakatan damai, bahkan dirinya mengakui jika kejadian malam itu sempat membuat keluarga Andi (korban) merasa panik.
“Iya kami memaklumi karena istri si Andi itu (Tika – red) kondisinya saat ini sedang hamil jadi saya memang akan merasa kepanikan terkait kejadian malam itu. Namun Insya Allah rencananya besok (Selasa 4/2/2022 — red) saya akan berkunjung ke kediaman mereka (Andi — red) di Desa Air Duren,” tegas Ayu.
Untuk diketahui, terkait kasus salah tangkap seorang diduga target orperasi (TO) tim Buser Polres Bangka baru-baru ini terhadap seorang warga Desa Air Merapin, Mendo Barat (Andi) ini sesungguhnya buntut dari kejadian atau peristiwa tindak pengeroyokan terhadap seorang warga oleh komplotan pemuda di kawasan Pantai Dusun Pukan, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
