Ada beberapa hektar lahan yang diakui milik beberapa warga, antara lain lahan milik saudara Nijis, Toheran, Ahon, Irma dan warga lainnya.
Pada tahun 2016, lahan milik pemprov itu sempat digarap oleh para penambang pasir timah ilegal yang menyisakan kolong atau lubang camui yang menganga dimana-mana.
Upaya pencegahan agar lahannya tidak ditambang oleh masyarakat penambang sudah kerapkali dilakukan dengan melaksanakan penertiban bersama tim gabungan Forkopimda Babel, dan diketahui selain itu lahan milik Pemprov Kep Babel sempat menjadi pilok proyek budidaya tanaman shorgum, sebagai upaya lahan pemprov Babel selalu dijaga oleh para pegiat tanaman shorgum.
Namun sayangnya pilot proyek shorgum tersebut hanya berlangsung satu tahun lebih, dan terpaksa harus dihentikan atau tidak dilanjutkan lantaran tanaman shorgum dilokasi dekat Bandara Depati Amir mengundang berkembang biak hama burung, dan keberadaan ribuan burung mencari makan dari bijihan tanaman shorgum berdampak membahayakan lalu lintas pesawat yang akan take off maupun landing.
Akhirnya, tanpa penjaga yang rutin penambangan timah ilegal tidak dapat dicegah lagi, kembali beraktifitas di lahan milik Pemprov Kep Babel secara diam-diam ditambang oleh masyarakat penambang, baik oleh warga biasa, sampai oknum aparat maupun kolektor timah.
Belum lama ini publik Babel diviralkan dengan pemberitaan satu peleton pasukan bersenjata laras panjang lengkap di komando oleh Iptu Yudi yang merupakan Kasintelmob Polda Babel mengamankan 5 unit alat berat jenis eksavator PC 200 dan Buldozer di lokasi lahan milik Pemprov Babel yang merupakan lokasi eks tambang pasir timah.
Penertiban yang dilakukan oleh tim Intelmob Polda Babel saat ini masih menjadi perbincangan masyarakat Babel, terlebih dalam grup WA banyak menanggapi postingan berita tersebut, sehingga menjadi polemik seolah-olah ada kelompok pro dan kontra dengan pemberitaan yang disajikan oleh para pegiat Pers Babel yang saling mengkonter pemberitaan satu sama lainnya.
Ada masyarakat yang bersemangat membaca saduran-saduran berita dari awak media online yang menggiring opini masyarakat bahwa apa yang telah dilakukan oleh satu Pleton anggota Brimob tpolda Babel yang di Pimpin Iptu Yudi adalah benar dan sudah sesuai prosedur.
