Publik dibuat bingung, jika benar halusinasi media soal tambang itu mengarah ke saling senggolnya oknum aparat yang membekingi tambang ilegal di Bangka Belitung, lantas kenapa hanya satu sisi saja diungkapkan.
Sisi lainnya tidak dikupas tuntas awal persoalannya?, sebelum satu Pleton pasukan Brimob mengamankan lima unit alat berat jenis eksavator yang diduga milik pengusaha bernama Ataw, padahal aksi penertiban ditenggarai ada insiden kecil yang sempat menggelitik.
Bermula ketika itu hanya sebagian publik mengetahui Polres Pangkalpinang menertibkan tambang ilegal yang telah merobohkan pagar pembatas dari beton milik bandara Depati Amir.
Persoalan ini bertambah keruh tiba-tiba muncul kehadiran organisasi Komite Investigasi Negara (KIN) yang logonya menyerupai logo Badan Intelijen Negara (BIN) seolah-olah lebih tahu siapa pelaku, atau koordinator beraktifitas penambangan ilegal di pagar Bandara Depati Amir.
Selain itu KIN menilai pernyataan Gubernur Babel dan Kapolda tidak sesuai dengan fakta dilapangan yang disajikan dalam pemberitaan sejumlah di TV yang disinyalir saat itu keberadaannya disponsori oleh oknum aparat lainnya yang berseberangan dengan salah satu pemilik lahan didekat lahan milik Pemprov Kep Babel.
Ironisnya, aksi KIN itu sendiri sempat terpotret awak media bahwa salah satu dari anggotanya atau pengurusnya yang mendatangi Polda Babel, justru adalah sempat menjadi koordinator tambang ilegal yang menarik fee kepada penambang TI user-user di lokasi bandara Depati Amir ditempat alat berat ekskavator yang diamankan oleh satuan intel Brimob Polda Babel pada 29 desember 2021 lalu.
Tampaknya target lolos dari pengiringan opini pemberitaan, tampaknya menjadi alasan ketidakpuasan oknum yang mensponsori terus menyemangati para pegiat Pers untuk terus mengiring opini masyarakat Babel, agar mengikuti perkembangan berita di sebagian media online yang terus mencibir statement Gubernur Babel dan Kapolda Babel itu.
Bahkan tidak puasnya sebagian kecil media yang masih pro dan tidak bisa menerima statement kedua pimpinan forkopimda Babel terus memanasin publik bahwa aksi penertiban pasukan brimob Polda Babel adalah adalah benar, dengan mengharapkan apresiasi publik itu.
