Tolak Kapal Keruk PT Timah Di Belo Laut, Warga Gelar Aksi Demo
BANGKA BARAT, Journalarta.com – Lantaran tak kunjung ada titik terang serta janji yang ditunggu-tunggu pun tak juga terealisasi, akhirnya sekelompok massa mengatasnamakan warga asal Desa Belo, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (25/3/2022) siang menggelar aksi demo damai.
Aksi demo damai ini di ikuti sekitar puluhan massa bertempat di ujung muara sungai Belo Laut, Muntok. Aksi ini pun mendapat pengamanan dari aparat kepolisian setempat yakni Polsek Muntok dan Polres Bangka Barat.
Pantauan tim media di lapangan siang itu tampak massa berkumpul di dermaga tambat perahu nelayan lingkungan Dusun II, Belo Laut. Sejumlah aparat kepolisian pun terlihat bersiaga di lokasi setempat.
Usai mempersiapkan peralatan untuk berdemo, massa selanjutnya bergerak berjalan kaki dari dermaga tersebut menuju ke lokasi aksi dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan seputar aspirasi warga.
Medan menuju lokasi aksi terbilang cukup sulit untuk dilewati para pendemo termasuk para awak media yang meliputi aksi massa lantaran akses jalan menuju ke lokasi mesti melewati jalur alur sungai meski dangkal namun rawan jenis ikan berbisa selain jalan yang berlumpur.
Setiba di lokasi atau pas di ujung muara sungai Belo Laut, puluhan massa ini pun terlihat langsung menggelar aksi damai dengan mengibarkan sejumlah spanduk bertuliskan beragam aspirasi diantaranya kalimat pada salah spanduk terekam oleh tim media ini diantaranya ‘Keluarkan SPK yang sudah dijanjikan pihak PT Timah dan masyarakat’.
Selain itu pada spanduk lainnya pun terlihat kalimat aspirasi pendemo yakni ‘Kami perlu bukti bukan janji PT Timah’. Begitu pula bunyi kalimat pada spanduk lainnya cukup bernada menohok atau sindiran keras terhadap PT TImah yakni ‘Tolak Keras Pembodohan terhadap masyarakat Belo Laut dengan operasi kapal keruk/isap milik PT Timah di wilayah tangkap nelayan Belo Laut yang dianggap merugikan masyarakat’.
Aksi damai yang digelar puluhan massa itu diselingi pula dengan seruan aspirasi atau tuntutan massa secara serentak. “Kami mau bekerja. Jangan ajarkan kami bekerja ilegal. Segera keluarkan SPK!’,” teriak pendemo.
