Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
OPINI

Laki Budu, Bini Bagak

Laki Budu, Bini Bagak
Foto: Oleh: AHMADI SOFYAN (Opini)   Pangkalpinang, Journalarta.com - ALMARHUMAH Mak dulu pernah berpesan: _“Carilah isteri yang bisa ngurus, bukan yang bisa…

Oleh: AHMADI SOFYAN (Opini)

 

Pangkalpinang, Journalarta.com – ALMARHUMAH Mak dulu pernah berpesan: _“Carilah isteri yang bisa ngurus, bukan yang bisa nguras”._ Salah memilih pasangan hidup, maka rumah tangga bahkan negara bisa berantakan. Salah memilih guru, pasti hidup tersesat jalan. Pamer barang mewah, bisa jadi masalah!*

AKHIR-akhir ini, media sosial dan media cetak maupun online ramai memberitakan banyak pejabat, terutama isteri pejabat yang pamer harta kekayaan. Memamerkan kehidupan yang borjuis dan barang-barang mewah adalah kebodohan dari perilaku OKB (Orang Kaya Baru). Pun, di Bangka Belitung ternyata demikian, pertama terjadi dalam sejarah gaya hidup para pejabat sebelumnya di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang “ngambok” pamer kemewahan.

Padahal, disini, adab, adat dan akhlak masyarakat Melayu sangat jauh dari kehidupan demikian. Bukan tak boleh memiliki, tapi menjaga diri untuk tidak “ngambok” apalagi diri adalah seorang pejabat/isteri pejabat sangatlah tak beretika dan jauh dari nilai-nilai kemelayuan bahkan keindonesiaan jika kita berbicara sejarah berdirinya bangsa ini. bagaimana dulu para pemimpin yang hidup dalam kesederhanaan namun tetap dikenang sebab jasa dan keteladanan.

Saya punya banyak teman pengusaha, yang duitnya tak lagi berseri, punya hotel dimana-mana, perusahaan besar perminyakan, kapal pesiar bersandar dibelakang rumahnya yang langsung bisa berlayar ke tengah lautan atau pulau-pulau yang hendak dituju, mobil mewah dengan harga milyaran berderet di garasi rumahnya.

Penjaga rumahnya ada banyak pria berbadan kekar. Tapi, di media sosial, baik dirinya maupun isterinya biasa-biasa saja, tak pamer ini dan itu, tak ada barang mewah yang dipamerin. Padahal dia adalah pengusaha, bukanlah pejabat yang dipilih oleh rakyat.

Pun demikian, saya bersahabat karib juga dengan seorang pengusaha lainnya, memiliki berbagai perusahaan, pabrik, perkebunan dan sebagainya. Isteri dan anak gadisnya, biasa-biasa saja dalam kehidupan sehari-hari maupun bermedia sosial. Tak ada pamer barang mewah, walaupun saya sedikit tahu, barang yang dimiliki oleh mereka harganya sangat mahal. Bahkan kadangkala lebih mahal dari harga diri pejabat dan isteri pejabat yang norak. Saya jadi teringat dengan kata Jusuf Hamka: “Jadilah orang kaya, bukan jadi orang terlihat kaya”. Sebab orang yang “ngambok” kekayaan itu pastilah orang baru merasa kaya.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda