Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
OPINI

Laki Budu, Bini Bagak

Laki Budu, Bini Bagak
Foto: Oleh: AHMADI SOFYAN (Opini)   Pangkalpinang, Journalarta.com - ALMARHUMAH Mak dulu pernah berpesan: _“Carilah isteri yang bisa ngurus, bukan yang bisa…

*Kaget Struktural, Sosial, Spiritual dan “Viral”*

DALAM kehidupan sosial, setidknya ada 3 jenis kaget: (1) Kaget Struktural (2) Kaget Spiritual (3) Kaget Sosial dan ditambah sekarang ini menjadi yang ke-4, yakni Kaget Karena Viral. Kaget struktural misalnya dari tidak menjadi apa-apa, tiba-tiba menjadi apa-apa. Biasanya ini terjadi pasca Pemilu. Dari dirinya yang pengangguran, dipandang sebelah mata oleh masyarakat, tiba-tiba memiliki jabatan dan pengaruh dari jabatan yang disandang. Jika tak mampu mengolah mental, maka akan terjadi kaget sosial. Istilah urang Bangka, masuk kategori “Taipau Begereng”.

Lalu Kaget Spiritual adalah perilaku “hijrah” yang marak ditengah kehidupan agama kita. Seseorang yang dulunya tidak mengerti apa-apa tentang agama, tiba-tiba menyatakan “hijrah”. Hijrah yang dilakukan langsung gaspoll, dari mulai busana yang dikenakan sudah ke-arab-araban, bicaranya “antum”, “ana” “harim” dan bahasa Indonesia pun sudah pake “tajwid” atau “qolqolah”. Persis orang baru tamat nyantri di Timur Tengah. Baru ngaji “Bab Thoharoh” dari satu mazhab sudah mengeluarkan fatwa dan gampang mengkafir-kafirkan orang yang tidak sepemahaman.

Selanjutnya kaget sosial seringkali terjadi oleh kaum wanita. Yakni dari diri paling bawah, misalnya dulu hanya SPG, tukang kebun, karyawan rendahan, gadis kampung, tiba-tiba menjadi isteri pejabat, dulu miskin jelata, tiba-tiba memiliki kemewahan luar biasa, dulu pegang uang dari ngutang, sekarang pegang milyaran setiap bulan. Kaget sosial ini sangat nampak dari gaya hidup nyata maupun di dunia maya. Barang-barang mahal digunakan ditengah perkumpulan dan setiap kegiatan medsos, pamer barang mahal adalah bagian dari keharusan. Sebab nilai seseorang seperti ini sebenarnya hanya dari apa yang ia miliki, bukan dirinya sendiri. Padahal kepribadian seorang manusia sesungguhnya jauh lebih berharga dari apa yang ia miliki. Kaget sosial seperti inilah, di era teknologi canggih seperti sekarang ini, membuat kaget kala sudah menjadi viral.

Nah, kalau sudah pada posisi “kaget karena viral”, lantas panik dan tidak introspeksi diri, yang akan terjadi semakin tidak tahu diri. Ini menunjukkan kelas mental rendah seseorang. Berapa banyak kejadian yang akhirnya menampar kehidupan sendiri, yakni berusaha membela diri dan menganggap yang memberitakan adalah kesalahan atau hoax. Akhirnya pidato kemana-mana tentang hoax. Padahal, pejabat publik diamanahkan mengelola negeri, uang rakyat berseliweran, pastinya wajar ada keingintahuan dari rakyat, bahkan kecurigaan. Pejabat publik siapapun itu, memang harus bersiap diri untuk dikritik, diawasi bahkan dicurigai. Jangan marah dong apalagi kirim pasukan ini itu mendatangi orang yang mengkritik.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda