Memang, ketika posisi lagi nyaman diatas, memiliki segalanya, ada hal yang paling sulit dilakukan oleh orang dewasa yakni “Minta tolong” dan “Minta maaf”. Padahal 2 kalimat ini sejak kita belum masuk jenjang TK, sudah diajarkan oleh orangtua. Ketika duduk di bangku TK, guru-guru mengajarkan 2 kalimat tersebut. Namun setelah dewasa, semakin kaya, semakin tinggi jabatan dan semakin masyhur namanya, semakin susah menggunakan 2 kalimat tersebut: “Minta Tolong” dan “Minta Maaf”.
Manusia itu seperti berlian. Sebutir berlian walau berada di tempat sampah, ia tetaplah berlian, tidak akan berkurang nilainya. Sedangkan sampah walau diletakkan didalam kotak berlapis emas, ia tetaplah sampah yang tak bernilai sama sekali. Begitupula manusia, dimana ia berada, apapun posisinya, terkenal atau tidak namanya, kalau ia memiliki karakter diri, maka pastilah ia bernilai tinggi. Pun demikian sebaliknya, walau bercokol dalam istana, tetaplah tidak memiliki harga, apalagi kalau jabatan tak lagi disandang, nama tak lagi populer, harta tak lagi mendekap diri.
Terakhir, saat menulis ini, saya sedang bersiap menyampaikan materi seminar di sebuah kampus. Jika tak lupa pas pegang mikropon, nanti saya ingin mengatakan: “Ambil peran dalam kepemimpinan dimana pun, terutama di karya dan kepemudaan. Silahkan dekat dan berkontribusi pada pemerintah, itu bagus. Tapi ingat, pemerintah bukan penguasa. Karena dekat bukan berarti harus menjilat, menolong tidak harus menggonggong dan mencari duit tidak harus dengan menggigit. Sebab hidup tidak se-anjing itu, kawan!”.
Lantas yang terakhir, ingat pesan Mak: “Carilah isteri yang bisa ngurus bukan yang bisa nguras. Jadilah laki-laki hebat dan cerdas, sebab kalau laki budu bini betingkah, eh.. bagak”
Salam Bagak!(*)
Tentang Penulis :
Ahmadi Sofyan, akrab disapa Atok Kulop. Dikenal sebagai Penulis Buku dan Opini “tajamnya” di berbagai media. Sudah lebih 80 judul buku ia tulis dan 1.000 lebih opini di media. Saat ini ia banyak menghabiskan waktunya di pundok kebun tepi sungai.
