Pangkalpinang, Journalarta.com – Beberapa hari terakhir, pemberitaan mengenai gaji sejumlah guru dan kepsek di kabupaten basel yang belum dibayar menjadi sorotan publik. Hal tersebut memunculkan opini negatif dari seorang Mantan Wakil Gubernur Babel, DR. (HC) H. Hidayat Arsani, S. E.
Tak tanggung-tanggung Panglima, begitu panggilan akrab dari Hidayat Arsani tersebut meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memeriksa OPD terkait. Dirinya merasa yakin jika anggaran gaji tersebut dialihkan untuk pengerjaan proyek sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan kehabisan anggaran belanja pegawai.
Dilansir dari laman https://www.wowbabel.com/lokal/59810516660/ironis-guru-dan-kepsek-di-basel-belum-gajian-hidayat-kalau-anggaran-dipakai-proyek-tangkap-bupati, Hidayat meminta Kejaksaan Negeri Basel untuk menurunkan Intelijen untuk memeriksa OPD terkait dan Bupati Basel.
Muhammad Taufik, S. E. selaku inisiator dari For Desak, (Forum Demokrasi Sosial Anti Korupsi) sangat menyayangkan sekali statement yang tidak berdasar dari sang Mantan Wakil Gubernur Babel Periode 2014-2017 tersebut.
Menurut Taufik, apa yang dilontarkan oleh Hidayat hanyalah opini sepihak dengan asumsi yang tidak berdasar.
“Jika memang Hidayat Arsani, sebagai tokoh publik yang peduli dengan dunia pendidikan, terutama di Babel secara umum dan khususnya di Basel. Alangkah lebih elok jika dirinya mengkonfirmasi terlebih dahulu mengenai permasalahan tersebut dengan OPD terkait. Jangan sampai opini yang tidak berimbang tersebut menimbulkan sebuah fitnah dan pencemaran nama baik seseorang,” ujar Taufik kepada awak media, Senin (16/10/23).
Taufik juga sangat menyayangkan apa yang dilontarkan oleh Hidayat Arsani tersebut, karena menurutnya penyebab keterlambatan pembayaran gaji guru dan kepsek di Basel hanya dikarenakan adanya kesalahan teknis, bukan dialihkan untuk pengerjaan proyek.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, Mengutip dari sumber yang sama pada (Jum’at, 13 Oktober 2023) di Laman https://www.wowbabel.com/lokal/59810498277/belanja-pegawai-di-bangka-selatan-diduga-dialihkan-guru-dan-kepala-sekolah-belum-gajian, persoalan gaji guru dan kepsek tersebut sudah sangat gamblang dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Elfan Rulyadi.
Elfan menjelaskan, jika memang benar gaji guru dan kepsek memang mengalami keterlambatan. Bahkan tak cuma guru dan kepsek, namun seluruh ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga belum dibayar, termasuk dirinya selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
