Taufik pun menekankan perlu adanya prinsip prudent atau kehati-hatian dalam pengelolaan Keuangan Daerah, terutama dalam pembuatan komitmen, pembayaran maupun pencairan dana.
Untuk itu dirinya memberikan dukungan moril dan memberikan apresiasi positif kepada kepala OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan, Elfan Rulyadi.
“Tak perlu berkecil hati dengan opini miring dari sejumlah Tokoh Publik di Babel. Biasalah mendekati Tahun Politik 2024, banyak pihak yang mencari panggung untuk meningkatkan elektabilitas dan mencari popularitas,” katanya.
Taufik juga menjelaskan, sudah seharusnya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk jangan terlalu mengejar penyerapan dan penggunaan anggaran tanpa memperhatikan asas prudent atau kehati-hatian. Jangan hanya mengejar waktu sehingga mengabaikan aspek kehati-hatian.
“Terkait keterlambatan pembayaran gaji guru dan kepsek di Pemkab Bangka Selatan mungkin dikarenakan permasalahan tekhnis saja. Terlebih di bulan oktober biasanya ada perubahan APBD. Konsekuensinya butuh revisi untuk penyesuaian dan penghitungan ulang atas dokumen pencairan gaji tersebut. Myngkin hal ini yang sedikit menyita waktu sehingga gaji bulan Oktober mengalami keterlambatan.” ujarnya.
Namun dirinya juga tetap menaruh hormat kepada Hidayat Arsani, yang dirasa memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan di Babel, terutama masalah keterlambatan pembayaran gaji guru dan kepsek di Kabupaten Bangka Selatan.
“Apalagi Panglima sudah berjanji, akan membayar gaji guru dan kepsek di Kabupaten Bangka Selatan. jika memang hal tersebut dikarenakan anggaran belanja pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengalami defisit dikarenakan dialihkan untuk Proyek”, tutup mantan aktivis HMI Cabang Bengkulu tersebut.(*)
