PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Pemilik Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) sekaligus Komisioner Komisi Informasi (KI) Bangka Belitung, Rikky Fermana menggelar jumpa pers bersama para wartawan jejaring media Rudi Network Center (RNC) di sebuah kedai kopi di Kota Pangkalpinang, Minggu (8/9/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi terkait unggahan di akun Facebook pribadinya yang menampilkan gambar atau “player” pendaftaran pasangan calon (paslon) Erzaldi Rosman Djohan dan Yuri Kemal Fadlullah yang akan mendaftarkan Pilkada Gubernur & Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung 2024.
Postingan yang diunggah pada akun medsos Facebook dengan memuat kalimat “Ramaikan Pradek,” memicu pertanyaan dari sejumlah wartawan jejaring RNC, yang menilai bahwa Rikky sebagai seorang komisioner KI Babel terlihat memihak salah satu pasangan calon.
Mereka menganggap hal ini dianggap dapat menimbulkan persepsi adanya konflik kepentingan terkait peran publik yang ia emban di lembaga negara.
Klarifikasi Langsung dan Transparan
Pada kesempatan tersebut, Rikky menyampaikan apresiasi kepada wartawan yang telah bersedia menemuinya untuk meminta klarifikasi secara langsung. Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut tidak melanggar aturan terkait peran dan fungsinya sebagai komisioner KI Babel.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah datang. Saya ingin menegaskan bahwa postingan tersebut diunggah di akun Facebook pribadi saya, bukan di akun resmi lembaga atau instansi. Oleh karena itu, tidak ada pelanggaran aturan yang terjadi,” ujarnya.
Rikky menambahkan, sebagai seorang Komisioner KI Babel, ia memahami batasan dan tanggung jawabnya. Menurutnya, jika unggahan tersebut dibuat di akun resmi lembaga, itu baru bisa dianggap melanggar kode etik atau netralitas.
“Jika saya memposting di akun resmi KI Babel, itu baru menjadi masalah. Namun, akun pribadi adalah ranah individu selama tidak ada unsur kebencian atau fitnah yang disebarluaskan,” imbuhnya.
Postingan Bersifat Informatif
Rikky menegaskan bahwa unggahan yang ia buat di media sosial hanya bersifat informatif dan tidak provokatif. Menurutnya, player atau baner paslon yang dipostingnya adalah materi yang ia terima dari tim media paslon dan dianggap sebagai informasi positif yang siapapun boleh atau layak untuk disebarkan kepada publik.