Selain itu, Zamhari tokoh pergerakan atau aktifis LSM juga hadir memberikan dukungan atas peresmian Rumah Aspirasi Kotak Kosong Kota Pangkalpinang.
Radmida Dawam, yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang vokal dalam mendukung kotak kosong, menantang para relawan untuk tetap berkomitmen memenangkan kotak kosong tanpa berharap imbalan finansial.
“Siap memenangkan kotak kosong?” tanyanya lantang, disambut dengan seruan “Siap” oleh para relawan.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan soal fasilitas atau uang transportasi, tetapi soal memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat.
Kekecewaan Terhadap Demokrasi
Dalam pidatonya, Badaruddin Usman mengutarakan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi demokrasi di Kota Pangkalpinang.
Ia menyebut bahwa banyak warga merasa marah dan kecewa karena hanya ada satu pasangan calon yang maju dalam Pilkada, sehingga mereka merasa tidak memiliki pilihan lain.
“Ini bukan hanya soal politik, ini tentang bagaimana kita mempertahankan demokrasi yang sehat. Kalau masyarakat tidak diberikan pilihan, bagaimana bisa disebut demokrasi?” ucapnya.
Ia juga menambahkan sebuah pesan kontroversial namun sering terdengar dalam gerakan kotak kosong,”Ambil uangnya, jangan pilih orangnya.”
Pernyataan ini seakan menjadi seruan simbolik bagi masyarakat untuk tidak terkecoh dengan politik uang, namun tetap memilih kotak kosong sebagai bentuk perlawanan terhadap kondisi politik yang ada.
Suasana Semakin Ramai
Kehadiran ratusan relawan dan tokoh masyarakat membuat suasana di sekitar Tugu Kerito Surong menjadi ramai.
Arus lalu lintas bahkan sempat tersendat akibat kerumunan yang semakin padat. Para simpul relawan pun bergantian menyampaikan orasi, membakar semangat dan menyatukan tekad untuk memenangkan kotak kosong dalam Pilkada mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi juga menunjukkan kekuatan gerakan kotak kosong yang semakin hari semakin solid.
Dengan berdirinya Rumah Aspirasi Kotak Kosong, para relawan berharap dapat lebih mengorganisir strategi mereka serta menggalang lebih banyak dukungan dari masyarakat Kota Pangkalpinang.
Bagi sebagian besar relawan, ini adalah perlawanan terhadap sistem politik yang dianggap tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih dengan bebas.
Mereka percaya bahwa kotak kosong bukan hanya sekadar simbol, tetapi harapan bagi perubahan yang lebih baik di masa depan.
Dengan terus menyuarakan dukungan tanpa pamrih, para relawan menunjukkan bahwa gerakan ini adalah suara rakyat yang ingin menegakkan demokrasi yang sejati. (*/KBO Babel)