Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OPINI

Pilkada Selesai, Semue Seperadik (Harapan Pada Pilkada Serentak 2024 di Negeri Serumpun Sebalai)

Pilkada Selesai, Semue Seperadik (Harapan Pada Pilkada Serentak 2024 di Negeri
Foto: Oleh: AHMADI SOFYAN   Kalaulah hendak membeli terasi Pergilah ke hume membawa kedik Kalaulah sudah pesta demokrasi Hendaklah semue jadi seperadik  …

Oleh: AHMADI SOFYAN

 

Kalaulah hendak membeli terasi
Pergilah ke hume membawa kedik
Kalaulah sudah pesta demokrasi
Hendaklah semue jadi seperadik

 

 

PAGI ini, sebelum menuju TPS, saya mencoba merangkai kata ditengah kesunyian pagi di Punok Kebun tepian sungai setelah beberapa lama berkutat dalam riuh dan hiruk pikuk mengikuti tahapan Pilkada Serentak 2024. Memang tahapan itu belum selesai, tapi beberapa tahapan dalam Pilkada sudah kita lalui dan beberapa langkah lagi sedang proses dan berjalan. Masa kampanye sudah usai, masa tenang pun telah dilalui dan hari ini ada hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024. Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur, Bupati – Wakil Bupati dan Walikota –Wakil Walikota akan berlangsung beberapa jam lagi dan pastinya siang menjelang sore ini (27 November 2024) hasil penghitungan cepat (Quick Count) akan diketahui, walau resminya tetap dari pihak berwenang yang itu KPU.

Kejadian-kejadian masa kampanye sudah kita lalui, ada yang wilayahnya adem ayem hingga menjelang hari pencoblosan, tak ada paslon bagi-bagi amplop berisikan lembaran uang biru atau merah, tak perlu puluhan atau ratusan ton beras ditebarkan, juga tak perlu mendramatisir kejadian-kejadian, bahkan tak dibentuk Satgas ini dan Satgas itu bahkan tak ada Tim yang berkoar-koar mengejek Tim lain di media sosial, sebuah kedewasaan tinggi dan patut diberikan apresiasi. Tapi ada juga wilayah yang sebaliknya, padahal hanya Paslon Tunggal maupun di wilayah yang ada beberapa Paslon. Namun apapun itu, semua harus kita serahkan kepada “panitia pemilu” (KPU dan BAWASLU) serta aparat hukum yang bisa menindak hal-hal yang melanggar hukum. Sebagai rakyat, kita memang harus sama-sama memantau, menjaga dan yang terpenting adalah bagaimana menjaga perdamaian dengan tetap dalam koridor mengutamakan keadilan.

Bangka Belitung dikenal sebagai negeri harmoni, yang notabene sangat mengutamakan kedamaian antar sesama. Bahkan kalimat “seperadik” adalah bukti bahwa betapa masyarakat Bangka Belitung menganggap semua orang adalah bagian dari family sendiri. Dalam kehidupan sosial, saling merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, menggunakan argument bukan sentiment. Karakter masyarakat Bangka Belitung jika harus berargument hanyalah sekedar “beteco” tidak sampai mengancam, apalagi melempar batu dan berisikan ancaman sampai kepada permainan fisik. Sejak dulu, dalam hal perebutan kekuasaan dan menjalani proses demokrasi, di Bangka Belitung selalu mengutamakan perdamaian. Karena kedewasaan yang tinggi dari masyarakat inilah Bangka Belitung dianggap sebagai negeri yang damai dan tidak mengkhawatirkan bagi semua orang. Para pendatang bisa bekerja, mencari nafkah bahkan bisa masuk wilayah politik di negeri yang masyarakatnya penuh dengan keterbukaan ini. Prinsip yang dipegang masyarakat Bangka Belitung sejak dulu adalah “Dak sape negah ikak nek jadi Raje, asal jen ngeraje”. Artinya kalau sudah “ngebet” mau menjadi penguasa, silahkan saja, tapi ikuti aturan, adat istiadat, budaya dan jangan pernah berusaha menguasai dan merajai masyarakat, tapi jadilah pemimpin yang merangkul semua dan bertindak adil bukan justru mempertebal sekat pro kontra, orang kita musuh kita, dan sebagainya. Inilah sebetulnya dasar mengapa masyarakat Bangka Belitung disebut sangat menerima siapapun yang ingin berkiprah dalam semua bidang sosial kehidupan di negeri ini. Pointnya:

Halaman:1234Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda