Vatikan – Paus Leo XIV resmi merilis ensiklik pertamanya sejak naik takhta kepausan, dengan fokus pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Dokumen ajaran tertinggi Gereja Katolik ini menjadi respons langsung Vatikan terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah tatanan sosial global.
Dalam ensiklik yang dirilis Minggu (25/5/2025) waktu setempat, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu menegaskan bahwa teknologi AI tidak boleh dijadikan alat untuk mengeksploitasi manusia atau menciptakan ketimpangan baru. Sebaliknya, kecerdasan buatan harus menjadi instrumen yang memperkuat martabat manusia dan mendorong terciptanya perdamaian sejati di tengah masyarakat.
Teknologi Harus Berpihak pada Kemanusiaan
Ensiklik adalah surat edaran resmi Paus yang memuat ajaran doktrinal dan panduan moral bagi umat Katolik di seluruh dunia. Dokumen berjudul “Caritas et Ratio” (Kasih dan Akal Budi) ini menjadi tonggak bersejarah karena merupakan kali pertama Gereja Katolik mengeluarkan panduan komprehensif tentang etika penggunaan AI.
Paus Leo XIV menyoroti bagaimana algoritma dan sistem AI yang berkembang pesat berpotensi mengancam privasi individu, menciptakan manipulasi opini publik, hingga memperburuk kesenjangan ekonomi antara negara maju dan berkembang. “Kecerdasan buatan adalah karunia yang dapat membawa kebaikan luar biasa, namun juga risiko jika tidak dipandu oleh kompas moral yang kuat,” bunyi salah satu kutipan dalam ensiklik tersebut.
Dokumen setebal 87 halaman itu juga menekankan pentingnya regulasi yang berbasis pada nilai-nilai etika universal. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa setiap kebijakan—baik di tingkat global maupun lokal seperti pentingnya naskah akademik dalam penyusunan peraturan daerah—harus dilandasi pemikiran mendalam tentang dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Seruan untuk Perdamaian Digital dan Keadilan Global
Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis McElroy dari Amerika Serikat, menekankan bahwa revolusi digital tidak boleh meninggalkan mereka yang paling rentan. Ensiklik ini mengkritik praktik perusahaan teknologi besar yang mengumpulkan data pengguna tanpa transparansi memadai, serta penggunaan AI dalam sistem senjata otonom yang mengancam perdamaian dunia.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.