Menanggapi kritik terhadap kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Prancis, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan klarifikasi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan resmi Presiden Emmanuel Macron.
Retno menegaskan bahwa kunjungan Prabowo merupakan bagian dari diplomasi dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis. Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.
Kritik terhadap Prabowo muncul karena frekuensi kunjungannya ke negara Eropa itu dianggap berlebihan. Namun, Retno menilai hubungan diplomatik perlu dijaga melalui dialog langsung.
Retno juga menyampaikan bahwa kunjungan ini membawa peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang teknologi dan industri pertahanan. Dengan menjalin komunikasi yang intens, Indonesia berharap dapat meningkatkan kapasitas pertahanannya.
Prabowo sebelumnya melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat Prancis untuk membahas berbagai isu, termasuk investasi dan teknologi. Hal ini diharapkan akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak.