Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Terungkap Keracunan Laut

Hiu paus terdampar di pesisir Cilacap dengan tim evakuasi dan alat berat
2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Terungkap Keracunan Laut. (Ilustrasi: AI)

Dua ekor hiu paus terdampar di pesisir selatan Cilacap, Jawa Tengah, dalam kurun waktu satu minggu. Kejadian yang berulang ini memicu kekhawatiran serius akan kondisi lingkungan laut dan kemungkinan kontaminasi toksik di perairan setempat.

Fenomena terdamparnya megafauna laut seperti hiu paus bukan pertama kalinya terjadi di Cilacap. Pola serupa tercatat berulang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangkaian kasus pada 2022. Frekuensi yang terus meningkat ini mendorong otoritas dan komunitas ilmiah untuk mendalami penyebab mendasar di balik kejadian tersebut.

Hiu paus, atau Rhincodon typus, merupakan ikan terbesar di dunia dan spesies yang dilindungi secara internasional. Kehadiran mereka di perairan Indonesia umumnya terkait dengan migrasi mencari makanan berupa plankton. Namun kejadian terdampar secara massal atau berulang mengindikasikan adanya gangguan ekologis yang perlu segera diidentifikasi.

Proses Evakuasi yang Menantang

Evakuasi bangkai hiu paus memerlukan upaya intensif mengingat ukuran tubuh hewan yang mencapai 8,36 meter. Tim penyelamat menggunakan ekskavator untuk memindahkan bangkai dari garis pantai ke area yang lebih aman untuk pemeriksaan dan penguburan.

Proses evakuasi memakan waktu hampir dua jam. Tim mengalami kesulitan karena tali yang digunakan berulang kali putus akibat berat hewan yang sangat besar. Akhirnya mereka menggunakan kombinasi tali penguat, kayu gelondongan, dan tali angkat yang diperkuat untuk menggerakkan bangkai tersebut dengan aman.

Kesulitan teknis ini menunjukkan tantangan logistik dalam penanganan satwa laut raksasa, sekaligus menegaskan perlunya protokol standar evakuasi megafauna laut di kawasan pesisir Indonesia.

Temuan Nekropsi: Luka Propeler dan Plastik di Lambung

Pemeriksaan nekropsi yang dilakukan tim ahli mengungkap sejumlah temuan penting. Hiu paus yang ditemukan adalah hewan jantan muda dengan panjang 8,36 meter. Pemeriksaan eksternal menemukan lima luka goresan linear yang diduga disebabkan oleh propeler kapal.

Yang lebih mengkhawatirkan, dalam lambung hewan ditemukan puing-puing plastik beserta ikan kecil setempat yang dikenal sebagai teri nasi yang telah tercerna sebagian. Temuan plastik di sistem pencernaan menunjukkan paparan langsung terhadap polusi laut yang kini menjadi ancaman global bagi kehidupan laut.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda