Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Terungkap Keracunan Laut

Hiu paus terdampar di pesisir Cilacap dengan tim evakuasi dan alat berat
2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Terungkap Keracunan Laut. (Ilustrasi: AI)

Darmawan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Laut Pontianak wilayah kerja Semarang menjelaskan terdamparnya satwa laut bisa dipicu berbagai faktor. Mulai dari kondisi cuaca, kesehatan hewan yang menurun, hingga interaksi dengan objek maritim seperti propeler kapal. Pemeriksaan nekropsi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab pasti kematian.

Dugaan Keracunan Akut dan Kontaminasi Lingkungan

Dr. Dwi Suprapti, pakar megafauna laut dari Sealife Indonesia Foundation, memberikan temuan awal yang mengejutkan. Ia menduga hiu paus tersebut mati akibat keracunan akut. Sumber keracunan bisa berasal dari air laut yang tercemar, mangsa yang terkontaminasi racun, atau akumulasi plastik yang tertelan.

Mukti Trenggono, dosen Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), mengambil sampel air laut di lokasi terdampar untuk dianalisis di laboratorium. Tujuannya menilai kondisi lingkungan perairan pada saat kejadian.

Mukti mencatat bahwa tingkat klorofil-a yang tinggi dan suhu permukaan laut yang hangat di perairan Cilacap-Kebumen bisa menarik spesies pemakan plankton seperti hiu paus. Namun ia menekankan faktor lingkungan saja tidak cukup menjelaskan terdamparnya hewan dalam kondisi mati atau sekarat.

Analisis laboratorium terhadap jaringan tubuh, isi lambung, dan sampel air laut masih berlangsung. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran definitif penyebab terdamparnya hiu paus secara berulang di kawasan ini.

Dampak dan Urgensi Perlindungan Laut

Kasus berulangnya terdampar hiu paus di Cilacap menjadi indikator penting kondisi kesehatan ekosistem laut Jawa bagian selatan. Hiu paus berperan sebagai indikator biologis yang sensitif terhadap perubahan kualitas air dan ketersediaan pakan.

Temuan plastik di lambung menambah bukti nyata dampak pencemaran sampah laut terhadap satwa dilindungi. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu kontributor sampah plastik laut terbesar di dunia, meski berbagai upaya pengurangan terus dilakukan pemerintah dan masyarakat sipil.

Kawasan pesisir selatan Jawa, termasuk Cilacap, merupakan jalur migrasi dan habitat berbagai spesies laut besar. Peningkatan aktivitas maritim, pelabuhan, dan industri perikanan di wilayah ini memerlukan kontrol ketat atas dampak lingkungan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Para ahli menyerukan perlunya investigasi menyeluruh dan berkelanjutan terhadap kondisi perairan Cilacap. Langkah mitigasi seperti pengelolaan limbah yang lebih ketat, pengurangan sampah plastik, dan jalur pelayaran yang aman bagi satwa laut perlu menjadi prioritas.

Hiu paus yang terdampar bukan sekadar isu konservasi satwa, tetapi peringatan akan tekanan ekologis yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut Indonesia. Tindakan kolektif lintas sektor menjadi kunci untuk melindungi keanekaragaman hayati laut yang menjadi aset strategis bangsa.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda