JAKARTA — Sandy Tumiwa menutup insiden kontroversial dengan menghapus foto editan yang memperlihatkan Tessa Kaunang mengenakan hijab, disertai permintaan maaf publik. Tindakan itu datang setelah Tessa membuat pernyataan keras di media sosial, menuduh Sandy menggunakan fotonya tanpa izin dan menyebarkan narasi mualaf yang tidak akurat.
Postingan editan Sandy yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk “apresiasi”—demikian klaim Sandy—justru memicu badai respons negatif. Tessa merespons dengan tajam, menyoal logika di balik pemilihan fotonya khususnya dan mempertanyakan niat sebenarnya di balik unggahan tersebut.
Konteks Insiden: Apa yang Sebenarnya Terjadi
Minggu lalu, Sandy Tumiwa membagikan sebuah foto yang sudah dimanipulasi secara digital. Gambar itu menampilkan Tessa Kaunang, presenter dan artis terkenal yang beragama Kristen, dengan penampilan berbeda dari citra publiknya sehari-hari. Dalam foto editan tersebut, Tessa digambarkan mengenakan hijab dan atribut identitas religius lainnya.
Langkah Sandy ini langsung mencuri perhatian di dunia media sosial Indonesia. Namun bukan karena apresiasi positif—justru sebaliknya. Postingan itu dianggap banyak pengguna sebagai tidak etis dan berpotensi menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang Tessa.
Tessa sendiri tidak diberitahu sebelumnya bahwa fotonya akan digunakan dengan cara itu. Ia baru menyadari adanya postingan tersebut setelah berbagai pengguna media sosial mengirimkan tangkapan layar kepadanya. Reaksi Tessa pun cepat dan tegas.
Respons Tessa: Privasi, Izin, dan Narasi Palsu
Tessa mengekspresikan kemarahannya melalui serangkaian cerita di Instagram Story, platform pilihan untuk respons cepat dan spontan. Ia menunjukkan tangkapan layar foto editan tersebut dan memberikan komentar sarkastis.
“Kenapa muka mantan lain nggak dipasang?” tulis Tessa dengan nada penuh pertanyaan yang mengandung kritik. Pernyataan itu merupakan cara Tessa mengindikasikan bahwa Sandy tampaknya memilih Tessa secara spesifik—dan pertanyaannya mengarah pada motivasi tersembunyi di balik pemilihan itu.
Lebih lanjut, Tessa menyebut Sandy sebagai “pansos”—istilah slang Indonesia yang merujuk pada orang yang mencari perhatian dengan cara-cara yang dianggap tidak pantas atau performatif. Menurutnya, postingan Sandy adalah sekadar upaya untuk mencuri perhatian publik dan meraih engagement tinggi di tengah persaingan konten media sosial yang ketat.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.