Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Ancaman Siber Meningkat, Empat Kebiasaan Sepele Ini Bisa Membahayakan Keamanan Digital Pengguna

Ancaman siber di browser: banyak tab terbuka, pop-up cookie, ekstensi, dan notifikasi update
Ancaman siber Indonesia meningkat drastis. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membawa berkah sekaligus kutukan. Transaksi online membludak, belanja di aplikasi jadi rutinitas, ponsel jadi jembatan ke internet. Tapi di balik kemudahan itu, pencuri data dan penipu siber mencarinafkah celah. Dan celah itu, ternyata, sering datang dari kebiasaan kita sendiri yang seolah-olah tidak berbahaya.

Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat angka yang mencengangkan: lebih dari 548.000 laporan kejahatan siber antara Januari 2024 hingga April 2026. Penipuan online dan phishing memimpin daftar ancaman. Angka itu terus bertambah, namun jarang ada yang menyadari bahwa serangan itu dimulai dari kebiasaan sederhana: klik tautan tanpa pikir, pakai password lemah, atau sambung ke WiFi publik asal-asalan.

“Seiring pertumbuhan ekonomi digital global, ancaman yang menargetkan pengguna sehari-hari juga menjadi semakin canggih — dan Indonesia bukan pengecualian,” ujar Michael Tegos, Product Privacy & Security Advocate Opera. Dia menambahkan, “Banyak dari kita tidak menyadari seberapa besar kendali yang sebenarnya kita miliki terhadap keamanan online pribadi.”

Kabar baiknya? Perubahan kecil dalam kebiasaan digital kita bisa memberikan dampak besar pada keamanan. Berikut empat kebiasaan sepele yang sebaiknya kita ubah.

Terlalu Banyak Tab Terbuka Sekaligus

Siapa yang tidak pernah membuka puluhan tab sekaligus saat berselancar? Membaca berita, lalu beralih ke media sosial, lalu cek email, lalu YouTube—semua tab tetap hidup di background. Hari berganti, tab masih ada. Minggu berlalu, browser jadi ketik-ketik.

Ini bukan hanya soal kecepatan. Setiap tab yang terbuka bisa menjalankan pelacak, memuat iklan, atau mengambil data di latar belakang tanpa kita sadari. Semakin banyak tab, semakin besar permukaan serangan. Cookie-nya bocor, JavaScript-nya merekam, dan iklan berganda-lipat. Risiko privasi bertambah eksponensial.

Solusinya sederhana: tutup tab yang sudah tidak dipakai. Gunakan browser modern dengan fitur pengelolaan tab dan perlindungan privasi bawaan. Beberapa browser bahkan punya mode “hemat energi” yang otomatis freeze tab yang lama tidak aktif. Kebiasaan kecil ini bisa mengurangi paparan ancaman secara signifikan.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda