Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk PLN, Ini Isinya

Tim pengadaan batu bara PLN dibentuk Menteri Investasi Bahlil untuk mengatasi krisis pasokan energi
Bahlil bentuk tim khusus pengadaan batu bara untuk PLN di tengah krisis pasokan dan pemadaman listrik. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Menteri Investasi Bahlil Laoni membentuk tim khusus untuk menangani pengadaan batu bara bagi PT PLN (Persero) di tengah krisis pasokan yang memicu pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Jawa. Langkah ini diambil meskipun produksi batu bara nasional sedang surplus—sebuah paradoks yang mengungkap ketidakseimbangan antara ekspor tinggi dan kebutuhan domestik pembangkit listrik.

Ketegangan pasokan terjadi karena lebih menguntungkan secara finansial mengekspor batu bara ke pasar internasional dibanding memasoknya ke PLN dengan harga yang lebih rendah. Akibatnya, stok di pusat pembangkit listrik menipis, memicu pemadaman yang merugikan jutaan pelanggan dan mengganggu operasional industri di berbagai sektor.

Komposisi dan Mekanisme Tim Pengadaan

Tim yang dibentuk Bahlil melibatkan pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga terkait energi, dengan tugas utama mengoordinasikan aliran batu bara dari produsen ke pembangkit listrik secara real-time. Struktur tim dirancang untuk menjembatani gap antara produsen pertambangan yang berorientasi ekspor dengan kebutuhan PLN yang mendesak.

Peran tim mencakup komunikasi langsung dengan operator pertambangan untuk mengalihkan sebagian produksi dari pasar ekspor ke pasokan domestik PLN. Mekanisme ini diperlukan karena ketidakseimbangan fundamental: Indonesia memproduksi batu bara dalam jumlah besar, tetapi alokasi untuk pembangkit listrik belum optimal. Tim akan memantau stok harian, mengidentifikasi bottleneck distribusi, dan memfasilitasi penyesuaian rencana produksi penambang untuk memenuhi target pasokan.

Koordinasi juga meliputi aspek logistik—memastikan jalur transportasi dari tambang ke pelabuhan dan dari pelabuhan ke pusat pembangkit berjalan tanpa hambatan. Beberapa pembangkit berlokasi jauh dari sumber batu bara, sehingga efisiensi transportasi menjadi kunci untuk menjaga keandalan stok.

Krisis Pasokan: Dari Produksi Surplus Hingga Pemadaman Listrik

Sejak awal tahun ini, beberapa wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik yang semakin sering. PLN secara terbuka mengakui bahwa salah satu penyebab utamanya adalah stok batu bara di pembangkit yang tidak mencukupi—meskipun data menunjukkan produksi batu bara Indonesia mencapai rekor tinggi.

Statistik terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan produksi batu bara Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mencapai 95 juta ton, dengan sekitar 55 persen diekspor untuk mendapatkan devisa. Sementara itu, kebutuhan PLN untuk pembangkit listrik thermal mencapai 70-75 juta ton per tahun, namun stok fisik di berbagai pembangkit hanya tersedia untuk 10-15 hari operasi—jauh di bawah target 30 hari keamanan penyimpanan.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda