Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

BGN Setop MBG Selama Libur Sekolah, GAPEMBI: Berpotensi Tuntutan ke PTUN

Dapur sekolah siap melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan peralatan produksi makanan bergizi dan penampilan fasil
BGN hentikan MBG selama libur sekolah dengan insentif Rp6 juta per hari. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan insentif Rp6 juta per hari kepada penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Keputusan itu langsung memicu kemarahan Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), yang ancam menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas alasan melanggar kesepakatan sebelumnya.

Ribuan pengusaha skala kecil dan menengah yang mengandalkan kontrak MBG kini terancam kehilangan aliran kas tetap selama anak sekolah tidak masuk. Penghentian sementara ini bukan sekadar keputusan administratif — melainkan gelombang ketidakpastian ekonomi yang merambat ke seluruh ekosistem usaha makanan bergizi nasional.

Evaluasi Biaya hingga Penyaringan Ulang Sekolah

BGN mendasarkan keputusannya pada evaluasi program yang dinilai membengkak biaya. Insentif Rp6 juta per hari dinilai tidak efisien ketika peserta didik tidak berada di sekolah, sehingga logika supply-demand tidak lagi berlaku.

Pejabat BGN menyatakan siap melakukan penghitungan ulang alokasi anggaran untuk efisiensi yang lebih baik. Namun, pengumuman itu datang tanpa sosialisasi mendalam kepada pelaku usaha — menciptakan kejutan dan ketakutan pasar yang justru merugikan kepercayaan terhadap program.

Selain penghentian insentif, BGN juga melakukan penyaringan ulang terhadap sekolah penerima manfaat. Sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa dicoret dari daftar penerima MBG setelah dinilai mampu menyediakan makanan bergizi sendiri. Keputusan ini mengurangi volume pesanan bagi penyedia, memperparah dampak finansial bagi pengusaha yang sudah berkomitmen dengan infrastruktur produksi.

Data penyaringan tersebut belum disertai transparansi penuh mengenai kriteria yang digunakan BGN dalam menentukan mana sekolah yang “mampu” dan mana yang “tidak mampu” menyelenggarakan gizi mandiri.

Ancaman Gugatan dan Alasan GAPEMBI

GAPEMBI tidak terima. Organisasi yang mewakili ribuan pengusaha makanan bergizi menganggap penghentian program selama libur sekolah bertentangan dengan kesepakatan dan regulasi yang sudah berjalan.

“Berpotensi tuntutan ke PTUN,” demikian pernyataan tegas GAPEMBI dalam merespons keputusan BGN. Ancaman ini bukan sekadar emosi — organisasi pengusaha ini telah mempersiapkan kajian hukum untuk membuktikan bahwa keputusan BGN bersifat sewenang-wenang dan tidak mengikuti prosedur administratif yang semestinya.

Menurut GAPEMBI, BGN melanggar prinsip kemitraan dan iktikad baik yang telah ditetapkan dalam kesepakatan awal program MBG. Penghentian mendadak tanpa mekanisme kompensasi atau dialog sebelumnya dianggap melanggar hak pelaku usaha dan menunjukkan lemahnya koordinasi internal pemerintah dalam mengelola kebijakan sosial.

Organisasi ini juga menunjukkan bahwa keputusan BGN tidak pernah melalui konsultasi publik yang memadai dengan para pemangku kepentingan — syarat yang umumnya dipersyaratkan dalam pembuatan kebijakan yang berdampak ekonomi signifikan.

Dampak Nyata bagi Ribuan Pengusaha

Penghentian insentif selama libur sekolah menciptakan krisis arus kas bagi penyedia makanan bergizi. Mereka yang sudah merekrut tenaga kerja tetap, menyewa tempat produksi, dan mempersiapkan bahan baku untuk memenuhi pesanan MBG kini menghadapi periode tanpa pendapatan.

Di level pengusaha kecil, dampak ini sangat terasa. Seorang pemilik usaha katering bergizi yang biasanya memasok 500 porsi sehari ke sekolah, misalnya, harus tetap membayar gaji 5-7 karyawan meski pesanan berhenti selama dua minggu libur semester. Itu berarti kerugian minimal Rp15-20 juta per periode libur.

Tidak ada mekanisme subsidi silang atau insentif pengganti yang ditawarkan BGN. Para pengusaha diminta berhenti beroperasi begitu saja, tanpa jaminan kelangsungan usaha atau kompensasi yang wajar. Ketidakpastian ini mendorong sebagian pengusaha untuk mencari pasar alternatif atau bahkan keluar dari sektor ini.

Situasi lebih rumit karena liburan sekolah terjadi berkali-kali dalam setahun — semester, cuti bersama, dan periode lainnya. Jika penghentian insentif diberlakukan di setiap periode libur, kerugian akumulatif bagi pengusaha bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahunnya.

Prospek Gugatan dan Jalan Tengah

Jika GAPEMBI benar-benar mengajukan gugatan ke PTUN, proses hukum akan menjadi panjang dan tidak pasti. PTUN akan mengevaluasi apakah keputusan BGN telah memenuhi syarat-syarat administratif, termasuk analisis dampak regulasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan.

Pengalaman gugatan serupa menunjukkan, proses PTUN setidaknya memakan waktu 6-12 bulan sebelum putusan pertama keluar. Selama itu, program MBG akan berada dalam status ketidakpastian, dan kredibilitas BGN di mata pelaku usaha akan terus menurun.

Alternatif yang lebih bijaksana adalah dialog dan negosiasi antara BGN dan GAPEMBI untuk mencari kompromi. Misalnya, BGN bisa mempertahankan insentif penuh untuk libur panjang (cuti bersama), tetapi mengurangi insentif selama liburan semester yang lebih pendek. Atau, pemerintah pusat bisa mengalokasikan dana cadangan khusus untuk program gizi anak selama periode libur.

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan mungkin perlu terlibat untuk menemukan solusi yang menguntungkan semua pihak — efisiensi anggaran tetap terjaga, namun kepastian usaha bagi pengusaha juga terpenuhi. Kolaborasi semacam ini bukan hanya menyelamatkan usaha, melainkan juga memperkuat keberlanjutan program nutrisi anak yang merupakan investasi jangka panjang untuk generasi muda Indonesia.

Program MBG membutuhkan desain yang lebih matang dan responsif terhadap dinamika bisnis nyata di lapangan. Tanpa itu, risiko program ini tidak hanya mengalami penurunan kualitas atau cakupan, tetapi juga kehilangan kepercayaan dari ekosistem usaha yang seharusnya menjadi mitra utama dalam mewujudkan anak Indonesia yang lebih bergizi.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda