Kehadiran mitra tersebut memperlihatkan pola kolaborasi yang cukup rapi. Pemerintah daerah, lembaga sosial, dan dunia usaha bertemu di satu titik yang sama: pelayanan untuk masyarakat. Hasilnya terasa langsung di lapangan.
Noni menegaskan TP-PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan pelopor perubahan. Ia menilai gerakan PKK harus menyentuh akar persoalan warga, bukan berhenti pada kegiatan administratif. “Sebagai mitra strategis pemerintah dan pelopor perubahan, PKK hadir dengan melakukan berbagai gerakan, yang menyentuh langsung ke akar permasalahan rakyat,” katanya.
Ia juga menautkan kegiatan itu dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi misi Gubernur Babel Hidayat Arsani. Penjajakan kebijakan pusat dan daerah itu, menurut dia, memberi arah yang sama bagi program PKK di Babel.
Warga rasakan manfaat langsung
Manfaat program ini paling cepat dirasakan keluarga peserta. Aisyah, warga Pangkalpinang, mengaku terbantu karena biaya khitan saat ini cukup tinggi. Ia menyebut program gratis ini ikut meringankan pengeluaran rumah tangga dan memberi pelayanan kesehatan yang layak bagi anak-anak.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Biaya khitan sekarang cukup tinggi. Adanya program ini, sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga,” ujar Aisyah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat. “Apalagi dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Terima kasih Bunda Noni, Pak Gubernur, Bunda Susanti, Pak Wali Kota,” katanya.
Rahmat, orang tua peserta lain, menilai kegiatan seperti ini layak diperluas ke wilayah lain di Babel. Menurut dia, selain gratis, anak-anak juga mendapat suvenir dan uang jajan. “Masyarakat di kabupaten/kota lainnya di Babel, harus ikut. Mudah-mudahan ke depan pesertanya semakin banyak,” ucapnya.
Kolaborasi di lapangan dan target pemerataan layanan
Dalam kegiatan itu turut hadir Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Budi Yanto, Ketua TP-PKK Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin, serta sejumlah pengurus TP-PKK Babel dan Kota Pangkalpinang.
Acara berlangsung dengan penyerahan suvenir simbolis kepada perwakilan peserta. Setelah itu, Noni Hidayat meninjau proses pelaksanaan khitanan massal bersama Susanti Saparudin. Panitia juga menyerahkan piagam apresiasi kepada TP-PKK Kota Pangkalpinang atas dukungan yang diberikan.
Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan kegiatan ini diposisikan sebagai layanan publik, bukan sekadar agenda internal organisasi perempuan. Ada kerja lapangan, ada penerima manfaat, dan ada target jangkauan yang jelas.
Untuk keluarga peserta, yang paling terasa tetap sederhana: biaya berkurang, anak mendapat layanan, dan proses berjalan tanpa beban besar. Satu angka yang menggigit dari kegiatan ini adalah 52 anak, jumlah peserta yang sudah langsung merasakan manfaat khitanan massal gratis di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.